Hadapi Tekanan Kurs, Xiaomi dan POCO Tinjau Harga HP Secara Berkala
Xiaomi dan POCO meninjau harga HP secara berkala untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar dan menjaga kualitas produk di tengah proyeksi kenaikan harga pada 2026.
(Bisnis.Com) 04/05/26 13:21 210337
Bisnis.com, JAKARTA— Xiaomi Indonesia dan POCO mengungkapkan strategi bisnis di tengah fluktuasi nilai tukar, sekaligus merespons proyeksi kenaikan harga smartphone pada kuartal III/2026.
Terkait potensi kenaikan harga, Xiaomi Indonesia menyatakan penetapan value produk dipengaruhi oleh berbagai faktor. Karena itu, perusahaan melakukan peninjauan secara berkala untuk memastikan nilai yang dihadirkan tetap mencerminkan kualitas dan inovasi produk.
Dengan misi Innovation for Everyone, Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng mengatakan perusahaan berkomitmen menghadirkan teknologi yang relevan dan bernilai dengan mempertimbangkan dinamika pasar serta ekspektasi konsumen. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan optimal antara performa dan kualitas.
“Di tahun 2026 ini, kami optimis untuk terus memperkuat posisi Xiaomi di Indonesia dengan memperluas ekosistem terpadu,” kata Andi kepada Bisnis pada Senin (4/5/2026).
Dia menjelaskan, perluasan ekosistem tersebut dilakukan melalui visi Human x Car x Home, yang menghubungkan smartphone, AIoT, hingga perangkat home appliances dalam satu pengalaman terintegrasi guna mendukung gaya hidup modern pengguna.
Berkat strategi tersebut, lanjut Andi, Xiaomi berhasil menempati posisi sebagai vendor smartphone nomor satu di Indonesia pada 2025 berdasarkan laporan Omdia.
Sementara itu, PR Manager POCO Indonesia Novita Krisutami menuturkan value produk POCO dibangun dari prinsip Extreme Performance, Extreme Value.
“Artinya, setiap produk harus deliver performa maksimal dengan value yang tetap masuk akal untuk pengguna,” kata Novita.
Dia menambahkan, perusahaan terus melakukan peninjauan agar tetap relevan dengan dinamika pasar, tanpa menggeser fokus utama, yakni menghadirkan performa tinggi yang bisa langsung dirasakan pengguna.
Di tengah kondisi pasar yang semakin selektif, POCO masih melihat permintaan terhadap produk dengan value kuat, terutama yang mudah diakses konsumen.
“Termasuk melalui ketersediaan resmi produk POCO di berbagai kanal online,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberi tekanan pada industri teknologi. Kondisi ini diperkirakan berdampak pada kenaikan harga smartphone hingga laptop, yang mulai terasa pada kuartal III/2026 seiring masuknya stok baru dengan biaya impor lebih tinggi.
Direktur ICT Institute Heru Sutadi menjelaskan bahwa dampak pelemahan rupiah umumnya tidak langsung terasa di pasar. Pelaku industri masih cenderung menahan harga dengan memanfaatkan stok lama serta kontrak sebelumnya.
“Kenaikan harga umumnya mulai terlihat pada kuartal III 2026, saat stok baru masuk dengan biaya impor lebih tinggi,” kata Heru kepada Bisnis pada Senin (27/4/2026).
Dia menambahkan, jika depresiasi rupiah berlanjut, penyesuaian harga akan semakin meluas pada kuartal IV, terutama untuk segmen menengah dan premium. Meski demikian, sebagian pedagang kerap lebih cepat menaikkan harga dengan alasan penguatan dolar AS.
Menurut Heru, faktor global juga berperan besar dalam pembentukan harga. Penurunan pengiriman smartphone secara global dapat menahan harga sementara akibat melemahnya permintaan. Namun, jika terjadi kelangkaan chipset atau komponen, biaya produksi akan meningkat dan pada akhirnya diteruskan ke konsumen.
Dia menekankan, strategi produsen sebaiknya tidak agresif dalam menaikkan harga. Efisiensi biaya, diversifikasi pemasok, hingga strategi promosi dinilai lebih efektif dalam menjaga daya beli.
“Tak ketinggalan, pendekatan bertahap dalam penyesuaian harga juga akan membantu menjaga permintaan tetap stabil di tengah tekanan biaya,” katanya.
#xiaomi-indonesia #poco-indonesia #harga-smartphone #fluktuasi-nilai-tukar #kenaikan-harga-hp #strategi-bisnis-xiaomi #inovasi-produk-xiaomi #ekosistem-xiaomi #performa-poco #nilai-produk-poco #pasar-s