Kisah Petugas Haji: Brandes Mencari Mabrur dari Tiga Terminal
Para petugas haji di Terminal Syib Amir barangkali tidak selalu bisa beribadah di Masjidilharam, tetapi mereka memanen berkah dari setiap jemaah yang terbantu.
(Bisnis.Com) 05/05/26 16:04 211895
Bisnis.com, MAKKAH — Iswan Brandes berdiri hanya 850 meter dari Ka\'bah, tetapi kesehariannya, dia dan para petugas haji transportasi bekerja, makan, bahkan tidur di terminal. Mereka tak selalu sempat beribadah di Masjidilharam, apalagi ketika jemaah haji Indonesia semakin banyak berdatangan dan terminal kian sibuk.
Bising deru mesin, bau asap, bercampur dengan teriknya matahari jadi pemandangan sehari-hari bagi Iswan Brandes dan tim transportasi yang menjaga Terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi. Brandes merupakan Kepala Pos Terminal Syib Amir, yang terletak di arah timur laur Masjidilharam.
Mereka bertugas mengatur pergerakan bus dan mengelola mobilitas jemaah haji Indonesia, baik saat tiba di terminal untuk menuju Masjidilharam, maupun saat selesai beribadah dan kembali ke terminal untuk pulang menuju hotel.
Saat ini baru sekitar 10% jemaah haji Indonesia yang tiba di Makkah, tetapi kesibukan para petugas transportasi sudah tampak jelas terlihat. Kesibukan semakin meningkat jelang salat subuh, salat maghrib, dan setelah salat isya karena banyaknya jemaah yang ingin beribadah di masjid utama umat Islam sedunia—apalagi jika ada jemaah haji yang mau melaksanakan umrah wajib.
Meskipun begitu, menurut Brandes, kesibukan yang ada saat ini masih belum ada apa-apanya. Puncak kepadatan terminal itu akan terjadi jika seluruh jemaah haji Indonesia sudah tiba di Makkah, mengingat jemaah asal Indonesia merupakan yang terbanyak dibandingkan jemaah negara-negara lainnya.
"Ini belum ada apa-apanya. Nanti [sekitar] 100.000 jemaah haji Indonesia akan lewat terminal ini," ujar Brandes saat diwawancarai Tim Media Center Haji (MCH) 2026.
Para jemaah haji Indonesia menggunakan bus shalawat untuk bermobilitas dari hotel ke Masjidilharam setiap harinya, gratis, dan beroperasi 24 jam. Oleh karena itu, terminal pun harus dijaga 24 jam nonstop.
Terdapat tiga terminal yang melayani bus shalawat di sekitar Masjidilharam, yakni Terminal Syib Amir di sisi timur laut, Terminal Ajiyad di sisi selatan, dan Terminal Jabal Ka\'bah di sisi barat. Setiap terminal melayani jemaah haji dari wilayah hotel/pemondokan yang berbeda-beda.
Brandes bercerita bahwa ini kedua kalinya dia dipercaya sebagai kepala pos terminal, pertama di Terminal Ajiyad dan kini di Syib Amir. Dia berharap selanjutnya bisa mendapatkan tugas lagi untuk menjadi kepala pos Terminal Jabal Ka\'bah, agar pernah memimpin tiga terminal itu.
"[Kepala Pos] Terminal itu dari dulu paling kurang pemberangkatan dua atau tiga kali, yang saya gantikan sebelumnya [menjadi Kepala Pos] rata-rata tiga kali. Saya berharap nanti kalau ketiga kalinya di Jabal Ka\'bah. Kenapa di Jabal Ka\'bah? Supaya merasakan seluruh terminal yang ada," ujar Brandes sambil tertawa.

Pelayanan transportasi di terminal memang menjadi salah satu tugas yang menguras tenaga, karena berhadapan langsung dengan cuaca panas, asap kendaraan, hingga ribuan orang. Bahkan sesekali petugas harus berhadapan dengan jemaah yang emosional karena kelelahan, sehingga petugas harus tetap bersabar.
Jika tugas itu \'tidak enak\', kenapa lantas Brandes malah ingin ditunjuk lagi sebagai bos terminal? Ada salah satu do\'a yang dia panjatkan, dan rupanya terwujud pada tahun ini.
Dia kerap membayangkan orang tuanya setiap melihat jemaah haji lanjut usia (lansia). Almarhum ayahnya adalah mualaf dari Sulawesi, lalu ibunya adalah muslim keturunan Sulawesi Tengah dan Surabaya. Dia pun bertekad ingin membantu para jemaah haji asal Sulawesi, terutama lansia.
"Saya minta, berdo\'a, Ya Allah berikan saya kesempatan untuk melayani jemaah yang dari Sulawesi, yang notabenenya sebagian besar [menginap] di Syisyah. Alhamdulillah, do\'a itu diijabah, Makassar, semua [dari Sulawesi] di sini [menggunakan terminal Syib Amir]," ujar Brandes.
Para jemaah haji yang menginap di kawasan Syisyah menggunakan bus shalawat dan berhenti di terminal Syib Amir. Seperti harapannya, Brandes dapat menyambut dan membantu para jemaah haji asal Sulawesi, juga dari berbagai wilayah lainnya.
Selama mewawancarai Brandes, puncak Zamzam Tower menjulang begitu jelas di sebelah kanan, terlihat di pelupuk mata. Masjidilharam bisa dicapai hanya sekitar 10 menit dengan berjalan kaki, tetapi tim transportasi seringkali salat dan beribadah di terminal, beralaskan tikar, berselimut asap dan terik.
Barangkali, Brandes dan para petugas haji di sana menjadi mabrur, mendulang pahala dan berkah bukan semata-mata dari salat di Masjidilharam, tetapi dari setiap langkah, air mata, dan munajat para jemaah haji yang terbantu untuk bisa berdo\'a langsung di hadapan Ka\'bah.

#petugas-haji #terminal-syib-amir #bus-shalawat #masjidilharam-makkah #jemaah-haji-indonesia #kepala-pos-terminal #terminal-ajiyad #terminal-jabal-ka-039-bah #transportasi-haji #pelayanan-terminal #je