Garut Diserbu Wisatawan, Tetapi Warganya Justru Kurangi Perjalanan
Jumlah wisatawan ke Garut melonjak 195,05% pada Maret 2026, namun perjalanan warga Garut ke luar justru turun 26,53% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Bisnis.Com) 06/05/26 14:37 213114
Bisnis.com, GARUT- Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kabupaten Garut menunjukkan lonjakan signifikan pada triwulan I 2026.
Pada Maret 2026, kunjungan wisnus tercatat mencapai 1.122.282 perjalanan, meningkat 103,18% dibandingkan Februari 2026 (mtm) dan melonjak 195,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut, Sidik Edi Sutopo, mengatakan kenaikan tajam ini mencerminkan pergerakan wisata domestik yang semakin aktif pada awal tahun.
Namun, ia menekankan angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati dengan melihat pola musiman dan distribusi asal maupun tujuan perjalanan.
"Lonjakan pada Maret cukup tinggi, tetapi penting untuk melihat konteks pergerakan bulanan dan tahunan secara utuh, termasuk faktor musiman yang dapat memengaruhi jumlah perjalanan," ujar Sidik, Rabu (6/5/2026).
Di sisi lain, jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari Kabupaten Garut pada Maret 2026 tercatat sebanyak 505.364 perjalanan. Angka ini meningkat 34,66% dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi justru mengalami penurunan 26,53% dibandingkan Maret 2025.
Pergerakan wisnus asal Garut pada Maret 2026 didominasi menuju Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Tasikmalaya, dengan kontribusi sekitar 47,67% dari total perjalanan.
Konsentrasi tujuan ini mengindikasikan masih kuatnya daya tarik wilayah aglomerasi Bandung dan sekitarnya sebagai destinasi utama perjalanan domestik.
Dari sisi pertumbuhan bulanan, beberapa daerah tujuan mencatat kenaikan signifikan. Perjalanan dari Garut ke Kabupaten Kuningan tumbuh 131,76%, disusul Kabupaten Majalengka sebesar 118,51%, dan Kabupaten Pangandaran 102,10%.
Pada periode yang sama, tidak terdapat penurunan jumlah perjalanan ke kabupaten/kota tujuan di Jawa Barat.
Sementara itu, dari sisi asal perjalanan wisnus yang menuju Kabupaten Garut, mayoritas berasal dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat dengan proporsi mencapai 52,14% dari total kunjungan.
Pola ini menegaskan ketergantungan arus wisata Garut pada wilayah penyangga utama di Jawa Barat.
Adapun pertumbuhan tertinggi berdasarkan daerah asal tercatat dari Kabupaten Karawang sebesar 210,73%, diikuti Kabupaten Bekasi 177,62% dan Kabupaten Subang 175,17%. Seluruh daerah asal tersebut menunjukkan peningkatan pada Maret 2026 tanpa adanya penurunan.
Sidik menilai, dinamika ini memperlihatkan pergeseran intensitas perjalanan antarwilayah di Jawa Barat yang cenderung menguat pada triwulan pertama. Meski demikian, ia menekankan pentingnya analisis lanjutan untuk memastikan apakah tren ini bersifat berkelanjutan atau hanya dipengaruhi faktor temporer.
"Distribusi asal dan tujuan perjalanan menjadi kunci untuk memahami struktur pergerakan wisata. Ini penting sebagai dasar perumusan kebijakan sektor pariwisata yang lebih terarah," katanya.
#garut-wisatawan #wisatawan-nusantara #perjalanan-wisatawan #kunjungan-wisatawan #wisata-domestik #bps-garut #pergerakan-wisata #tujuan-perjalanan #daya-tarik-bandung #perjalanan-domestik #perjalanan-g