Antisipasi Risiko Geopolitik Global, BUMD Jakarta Percepat Impor 7.500 Sapi
Perumda Dharma Jaya mempercepat pengadaan stok sapi impor sebanyak 7.500 ekor. Hal ini sebagai langkah antisipatif menjaga ketahanan pangan Jakarta di tengah potensi... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 06/05/26 20:21 213623
JAKARTA - Perumda Dharma Jaya mempercepat pengadaan stok sapi impor sebanyak 7.500 ekor. Hal ini sebagai langkah antisipatif menjaga ketahanan pangan Jakarta di tengah potensi gangguan rantai pasok global akibat dinamika geopolitik dan perubahan iklim.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov Jakarta terus memperkuat sistem ketahanan pangan melalui kerja sama antardaerah penghasil pangan sekaligus mempercepat pengadaan stok komoditas strategis, termasuk daging.
“Tentunya ada persoalan El Nino yang berdampak pada daerah tersebut. Pemerintah Jakarta akan memberikan bantuan, salah satunya pompa dan sebagainya agar produksi tetap terjaga,” ujar Pramono, Rabu (6/5/2026).
Terkait kebutuhan daging, Pemprov Jakarta telah menyetujui penambahan impor sapi oleh Perumda Dharma Jaya dari Australia guna memastikan ketersediaan stok di Jakarta dengan target 7.500 ekor.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, percepatan pengadaan dilakukan sebagai bentuk mitigasi terhadap potensi kendala distribusi global, terutama untuk komoditas impor.
Tantangan utama saat ini adalah potensi kelangkaan kapal pengangkut akibat keterbatasan bahan bakar dan meningkatnya kebutuhan masing-masing negara untuk mengamankan stok pangan domestik.
Karena itu, Dharma Jaya memanfaatkan kondisi yang saat ini masih relatif kondusif untuk mempercepat pembelian stok. “Karena situasinya masih relatif mild, kami sedang agresif melakukan pembelian stok. Jika sebelumnya kami merencanakan pembelian 500 ekor, bulan depan langsung kami tingkatkan menjadi 1.000 ekor,” kata Raditya.
Target pengadaan 7.500 ekor sapi dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, sekitar 1.500 ekor telah masuk dalam tiga tahap pengiriman dan tambahan 1.000 ekor segera didatangkan. Dengan demikian, total 2.500 ekor akan tersedia dalam waktu dekat, sementara sisa 5.000 ekor diupayakan masuk lebih cepat.
Selain memperkuat stok impor, Dharma Jaya juga mulai mengintensifkan pengembangan pasokan sapi lokal sebagai strategi diversifikasi sumber pangan.
“Kami juga sedang menjajaki penguatan ketahanan pangan berbasis sapi lokal. Selama ini sebenarnya kami sudah bermitra dengan daerah-daerah penghasil sapi, dan sekarang akan lebih kami galakkan lagi,” ucapnya.
Untuk komoditas unggas, dia memastikan kondisi pasokan ayam relatif aman dan telah mandiri. “Untuk ayam, saat ini sudah self-sufficient. Kami juga sedang menyiapkan langkah lanjutan penguatan pasokan setelah Iduladha,” ujar Raditya.
(jon)