Kisah Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Bus Bermasalah mulai Radiator Kering hingga Oli Berceceran

Kisah Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Bus Bermasalah mulai Radiator Kering hingga Oli Berceceran

Tiga penumpang selamat dari kecelakaan maut bus ALS jurusan Kabupaten Pati, Jawa Tengah menuju Kota Medan masih terngiang-ngiang jeritan penumpang yang terjebak... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 06/05/26 21:48 213682

MUSI RAWAS UTARA - Tiga penumpang selamat dari kecelakaan maut bus ALS jurusan Kabupaten Pati, Jawa Tengah menuju Kota Medan masih terngiang-ngiang jeritan penumpang yang terjebak di bus terbakar. Kobaran api meludeskan bus ALS yang mereka tumpangi.

Peristiwa nahas itu terjadi setelah bus ALS dan truk tangki bertabrakan di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).

Di tengah kepanikan dan asap tebal yang menyelimuti kendaraan, korban berpacu dengan waktu melompat keluar dari jendela sesaat sebelum bus dilalap api.

Tiga korban selamat yakni Ngadiono (44) dan istrinya Jumiatun (34), warga Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, serta M Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, Kabupaten Pati.

Meski berhasil lolos dari maut, ketiganya mengalami luka bakar serius. Ngadiono menderita luka bakar di bagian wajah dan tangan, sementara sang istri bersama M Tahrul Hubaidi harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU akibat kondisi kritis.

Di balik peristiwa nahas itu, tersimpan firasat buruk yang sempat dirasakan Ngadiono sebelum keberangkatan. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, dia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya sudah merasa tidak nyaman melihat kondisi bus yang dinilai tidak layak jalan.

“Dari awal kami sudah punya firasat tidak baik. Kondisi mobilnya tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat karena tiket tidak bisa dibatalkan,” tuturnya.

Keterbatasan biaya membuat dia dan istrinya tak punya pilihan lain. Tiket yang sudah dibeli tak bias dikembalikan, sementara uang untuk membeli tiket baru sudah tidak ada.

Sepanjang perjalanan kekhawatiran itu kian menjadi nyata. Bus yang mereka tumpangi beberapa kali mengalami gangguan. Radiator sempat kering, bahkan oli kendaraan berceceran. Hingga akhirnya, detik-detik mengerikan itu datang tanpa peringatan.

“Saya dengar benturan keras, lalu api langsung membesar. Dalam hitungan detik bus sudah terbakar,” ucapnya.

Di tengah kepanikan, Ngadiono dan istrinya berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat dan keluar melalui jendela. Tak lama kemudian, satu penumpang lain berhasil menyusul keluar.

Namun, tidak semua memiliki kesempatan sama. Setelah berhasil keluar, mereka hanya bias menyaksikan kobaran api yang semakin membesar disertai suara ledakan dari dalam bus. Jeritan penumpang lain pun perlahan hilang seiring ludesnya bus.

“Kami hanya bisa melihat penumpang lain terbakar di dalam. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya menahan tangis.
(jon)

#kecelakaan-maut #tabrakan-maut #musi-rawas-utara #pasutri #bus-tabrak-truk

https://daerah.sindonews.com/read/1704013/174/kisah-pasutri-selamat-dari-kecelakaan-maut-di-muratara-bus-bermasalah-mulai-radiator-kering-hingga-oli-berceceran-1778076350