BRIN kembangkan teknologi olah sampah dari skala rumah hingga kota
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pengolahan sampah dari skala rumah tangga hingga perkotaan guna mendukung percepatan ...
(Antara) 11/05/26 17:27 218069
Yang untuk rumah-rumah itu kurang dari Rp1 juta. Teknologinya murah dan mudah
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pengolahan sampah dari skala rumah tangga hingga perkotaan guna mendukung percepatan penanganan sampah nasional.
“BRIN menyediakan empat level teknologi sampah, dari rumah tangga, desa, kecamatan hingga perkotaan,” kata Kepala BRIN Arif Satria di Graha Mandiri, Jakarta, Senin.
Menurut dia, salah satu teknologi yang dikembangkan untuk rumah tangga adalah komposter kecil bernama Lasamor yang digunakan untuk mengolah limbah organik menjadi kompos.
Arif mengatakan teknologi tersebut memiliki harga relatif murah dan mudah diterapkan masyarakat.
“Yang untuk rumah-rumah itu kurang dari Rp1 juta. Teknologinya murah dan mudah,” ujarnya.
Selain itu, BRIN juga mengembangkan teknologi pirolisis cepat atau fast pyrolysis (Faspol) untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar bagi nelayan.
Ia mengatakan bahan bakar hasil pengolahan limbah plastik tersebut telah diuji coba pada perahu nelayan di Jepara dan telah memenuhi standar Lembaga Minyak dan Gas Bumi.
“Sekarang banyak nelayan sudah menggunakan itu karena harganya murah, sekitar Rp10 ribu per liter dibandingkan solar Rp13 ribu,” ucapnya.
Menurut dia, teknologi Faspol saat ini telah diterapkan di 84 kabupaten dengan kapasitas pengolahan yang masih berskala kecil.
Arif menjelaskan satu kilogram (kg) sampah plastik dapat diolah menjadi sekitar satu liter bahan bakar.
BRIN juga tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah skala menengah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dengan kapasitas sekitar 50 ton per hari.
Menurut dia, teknologi tersebut akan terus dikembangkan agar mampu mengolah sampah hingga 100 ton per hari untuk mendukung pengolahan sampah skala lebih besar.
“Kalau membutuhkan 100 ton, BRIN punya teknologinya,” ungkap Arif.
Selain pengolahan sampah, BRIN juga mengembangkan teknologi pemilahan dan pembersihan sampah di sungai melalui penggunaan kapal pembersih sampah.
Arif mengatakan teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat pengangkatan sampah di sungai sebelum diolah lebih lanjut.
Sementara itu, pemerintah bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan sejumlah pemerintah daerah telah menandatangani kesepakatan percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di enam lokasi pada Senin.
Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota dengan kondisi sampah darurat atau timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.
Program tersebut dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
#brin #arif-satria #pengolahan-sampah #psel #teknologi-sampah