Peta Persaingan Bank Digital 2025: Siapa Puncaki Pengguna Terbanyak?
SeaBank memimpin dengan 24 juta nasabah pada 2025, didukung strategi DPK dan inovasi digital. Bank Jago dan Allo Bank juga mencatat pertumbuhan signifikan.
(Bisnis.Com) 11/05/26 18:42 218135
Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa emiten bank digital Tanah Air mencatatkan jumlah nasabah yang beragam sepanjang 2025. Lantas seperti apa perbandingan jumlah nasabah di kelompok bank digital?
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis Indonesia dari masing-masing laporan perusahaan, PT Bank Seabank Indonesia atau SeaBank menempati posisi puncak dengan total pengguna mencapai sekitar 24 juta nasabah pada akhir 2025.
Dalam Annual and Sustainability Report 2025, perseroan mengungkapkan bahwa pertumbuhan pengguna didukung oleh strategi penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ditargetkan meningkat sekitar 16% secara tahunan (year on year/YoY), dengan fokus pada peningkatan komposisi dana murah melalui optimalisasi layanan perbankan digital yang aman, mudah, dan andal.
“Selain itu, Bank terus mendorong inovasi produk dan layanan digital yang memberikan pengalaman transaksi yang cepat, efisien, dan bebas hambatan bagi nasabah,” tulis SeaBank dalam laporannya, dikutip pada Senin (11/5/2026).
Selanjutnya, ada PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang mencatatkan total nasabah sebanyak 18,2 juta hingga akhir 2025, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Realisasi itu meningkat hampir 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 15,3 juta nasabah.
Seiring meningkatnya jumlah nasabah funding, penghimpunan DPK Bank Jago menunjukkan peningkatan. Tercatat hingga akhir 2025, total DPK yang dihimpun perseroan mencapai Rp25,9 triliun, meningkat 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp18,8 triliun.
“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) mencatatkan total pengguna sebanyak 14,0 juta nasabah hingga akhir 2025. Capaian itu mengalami pertumbuhan sebesar 25% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan posisi 2024 sebanyak 11,2 juta nasabah.
Peningkatan pengguna juga terlihat pada PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA). Hingga akhir Desember 2025, bank yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, dan KakaoBank itu mencatatkan peningkatan total pengguna sebesar 5,9 juta nasabah, dibandingkan dengan 2,9 juta nasabah pada posisi Januari 2025.
Seiring meningkatnya jumlah pengguna, Superbank juga membukukan peningkatan pada transaksi harian, dari posisi Januari 2025 sebesar 161.900 transaksi menjadi 1,20 juta transaksi hingga akhir 2025.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan perseroan akan terus memperkuat dan memperluas penetrasi layanan digital dengan melibatkan ekosistem Grab, Emtek, Singtel, dan KakaoBank.
“Kita juga tahu bahwa masyarakat yang underserved itu masih banyak di Indonesia itu. Jadi fokus ke depannya masih ke sana. Bagaimana kita memperkuat sini energi dalam ekosistem itu sendiri,” ujar Tigor dalam konferensi pers.
Integrasi Ekosistem Digital Jadi Kunci
Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan, integrasi ekosistem digital seperti e-commerce/super apps yang dikombinasikan dengan keamanan, kemudahan UX, serta fokus pada inklusi keuangan, terutama nasabah bank pertama/unbanked, menjadi faktor paling menentukan dalam pertumbuhan pengguna bank digital.
Menurutnya, pertumbuhan pengguna bank digital saat ini nampaknya tidak lagi hanya soal akuisisi massal lewat promo/bunga tinggi, melainkan kemampuan bank digital menempel pada kehidupan sehari-hari nasabah melalui ekosistem.
“Ini membuat akuisisi dan aktivitas transaksi jauh lebih organik,” ungkap Myrdal kepada Bisnis, Senin (11/5/2026).
Dari tren saat ini, Myrdal menilai bahwa SeaBank memiliki strategi paling berkelanjutan untuk mempertahankan pertumbuhan. Strategi ini bahkan dinilai sulit untuk ditiru oleh kompetitor.
Dia menuturkan, SeaBank konsisten disebut unggul lantaran skala dan profitabilitas yang tinggi, strategi berbasis ekosistem, serta fokus inklusi dan inovasi berkelanjutan.
“SeaBank unggul di kombinasi skala besar, profitabilitas, serta engagement harian yang sulit ditiru,” ungkapnya.
Dengan demikian, Myrdal menyebut bahwa pertumbuhan bank digital ke depan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling agresif akuisisi user. Melainkan, siapa yang mampu menjaga nasabah aktif, profit, dan Non-Performing Loan (NPL) rendah melalui ekosistem dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
#bank-digital #pengguna-bank-digital #seabank-indonesia #bank-jago #allo-bank #super-bank-indonesia #pertumbuhan-nasabah #dana-pihak-ketiga #layanan-perbankan-digital #inovasi-produk-digital #transaksi