Samsung Kasih Bonus Fantastis Agar Karyawan Tidak Mogok Kerja, Cek Besarannya

Samsung Kasih Bonus Fantastis Agar Karyawan Tidak Mogok Kerja, Cek Besarannya

Samsung menunda mogok kerja dengan menaikkan gaji 6,2% dan bonus 10,5% dari pendapatan semikonduktor, menghindari dampak besar pada pasar chip global.

(Bisnis.Com) 24/05/26 22:00 230784

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana aksi mogok kerja karyawan Samsung Electronics selama 18 hari akhirnya ditangguhkan usai adanya kesepakatan terkait kenaikan gaji dan pemberian bonus yang nilainya cukup fantastis.

Pada menit-menit terakhir, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu sepakat untuk memberikan kenaikan gaji sebesar 6,2% serta pemberian bonus khusus berbasis kinerja bisnis semikonduktor. Mengutip Yonhap, Samsung menyetujui alokasi bonus khusus semikonduktor sebesar 10,5% dari pendapatan kinerja bisnis tanpa batas maksimum.

Skema bonus tersebut akan dibayarkan sebagian dalam bentuk saham perusahaan selama sedikitnya 10 tahun. Pembayaran bonus didasarkan pada target laba operasional divisi chip Samsung yang dipatok melampaui 200 triliun won pada 2026—2028 dan 100 triliun won pada 2029—2035.

Berdasarkan proyeksi laba operasional Samsung yang diperkirakan mencapai 300 triliun won tahun ini, setiap pekerja di divisi chip berpotensi menerima bonus hingga 600 juta won atau sekitar Rp7 miliar.

Dari total dana bonus yang disiapkan, sebanyak 40% akan dialokasikan untuk divisi secara keseluruhan, sedangkan 60% sisanya dibagikan ke masing-masing unit bisnis.

Adapun formula pembagian bonus untuk divisi yang masih mencatat kerugian menjadi salah satu isu paling alot dalam negosiasi. Samsung dan serikat pekerja sepakat menunda pembahasan tersebut selama satu tahun.

Dari hasil negosiasi ini, aksi mogok yang sebelumnya direncanakan melibatkan hampir 48.000 anggota serikat pekerja resmi ditangguhkan sembari menunggu hasil pemungutan suara anggota.

Serikat pekerja Samsung Electronics Labor Union menyebut, sekitar dua pertiga anggotanya telah memberikan suara pada hari pertama pemungutan suara terkait kesepakatan tersebut, pada Jumat (24/5/2026).

Dari total 70.850 anggota serikat pekerja terbesar Samsung, sekitar 66% telah menggunakan hak suaranya hingga pukul 20.25 waktu setempat. Sementara itu, sekitar 69% dari 19.000 anggota National Samsung Electronics Union juga ikut dalam proses pemungutan suara yang berlangsung hingga 27 Mei 2026.

“Jika kesepakatan disetujui, saya akan berupaya membangun serikat pekerja yang lebih kuat dengan mendesak manajemen untuk melakukan perbaikan lebih lanjut,” ujar Choi Seung-ho, ketua Samsung Electronics Labor Union, dikutip Bisnis dari Korea Herald, Minggu (24/5/2026).

Diketahui, Pemerintah Korea Selatan disebut turun langsung mengawal negosiasi lantaran industri semikonduktor menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut. Pengiriman chip tercatat menyumbang sekitar 35% ekspor Korea Selatan di tengah melonjaknya investasi pusat data AI global.

Data pemerintah menunjukkan ekspor Korea Selatan mencapai rekor US$219,9 miliar pada kuartal I/2026, dengan ekspor semikonduktor melonjak 139% secara tahunan menjadi US$78,5 miliar.

Ancaman mogok di Samsung sebelumnya memicu kekhawatiran pasar global lantaran perusahaan menguasai sekitar sepertiga pasar dynamic random access memory (DRAM) dunia. Chip DRAM menjadi komponen utama pada laptop, ponsel pintar, hingga pusat data AI.

Perusahaan riset pasar TrendForce mencatat, Samsung kembali menjadi pemimpin pasar DRAM global pada kuartal IV/2025 berkat peningkatan penjualan chip high bandwidth memory (HBM).

Sementara sejumlah analis industri memperkirakan mogok kerja selama 18 hari dapat memangkas pasokan DRAM global sebesar 3% hingga 4% serta menurunkan suplai NAND flash sebesar 2% hingga 3%, yang berpotensi memicu kenaikan harga chip dunia.

#samsung-bonus #mogok-kerja-samsung #kenaikan-gaji-samsung #bonus-semikonduktor #saham-samsung #laba-operasional-samsung #proyeksi-laba-samsung #serikat-pekerja-samsung #pemungutan-suara-samsung #ekspo

https://teknologi.bisnis.com/read/20260524/84/1976124/samsung-kasih-bonus-fantastis-agar-karyawan-tidak-mogok-kerja-cek-besarannya