Bisnis Emas Batangan Moncer, Penjualan Hartadinata Abadi (HRTA) Tembus Rp 20 T

Bisnis Emas Batangan Moncer, Penjualan Hartadinata Abadi (HRTA) Tembus Rp 20 T

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) semakin agresif memperkuat bisnis bullion atau emas batangan di tengah tingginya permintaan masyarakat.

(Kompas.com) 26/05/26 15:01 232583

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten perhiasan dan emas batangan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) semakin agresif memperkuat bisnis bullion atau emas batangan di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap aset safe haven.

Perusahaan mencatat lonjakan kinerja signifikan pada kuartal I-2026, didorong peningkatan volume penjualan emas murni dan kenaikan harga emas global.

Dalam paparan publik 2026 yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/5/2026), HRTA menyebut penjualan perseroan pada kuartal I-2026 mencapai Rp 20,16 triliun atau naik 196,96 persen secara tahunan (year on year/YoY).

tangkapan layar akun @tanyakanrl di X Ilustrasi emas Hartadinata Abadi, EMASKU. Harga emas Hartadinata hari ini. Harga EMASKU hari ini. Harga emas Hartadinata.

Di saat yang sama, perusahaan menguasai 29,14 persen pangsa pasar domestik di segmen emas batangan investasi per kuartal I-2026.

Perseroan menilai posisinya semakin strategis dalam ekosistem industri emas nasional, terutama setelah pemerintah mendorong penguatan bullion bank dan pengembangan infrastruktur emas domestik.

HRTA menyebut perusahaan memiliki rantai bisnis terintegrasi mulai dari pengadaan bahan baku, pemurnian, distribusi, hingga layanan kustodian dan keterhubungan dengan bullion bank. Sumber pasokan berasal dari penambang lokal, agregator emas daur ulang, hingga impor strategis.

“Hartadinata berada di posisi yang tepat untuk menjadi pemasok emas domestik tepercaya bagi bullion bank,” tulis manajemen HRTA dalam paparan publik tersebut.

Perusahaan menilai kapasitas produksi yang besar serta jaringan distribusi yang luas menjadi modal utama untuk memperkuat posisi di industri bullion domestik. Saat ini, HRTA memiliki lebih dari 1.000 titik penjualan di seluruh Indonesia.

DOK. HRTA Didirikan pada 2004, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) adalah satu-satunya perusahaan perhiasan emas di Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2017. Volume penjualan emas batangan HRTA tembus 8,1 ton pada semester I 2025.

Selain itu, perusahaan juga memiliki fasilitas refinery terintegrasi dengan kapasitas pemurnian hingga 30 ton emas dengan tingkat kemurnian 99,99 persen.

Permintaan emas batangan terus bergeser

HRTA mencatat adanya perubahan perilaku konsumen sejak pandemi Covid-19, yakni pergeseran permintaan dari perhiasan menuju emas batangan investasi.

Kondisi itu tercermin dari pertumbuhan pangsa pasar emas batangan perseroan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2019, penjualan emas batangan HRTA tercatat hanya 0,03 ton dengan pangsa pasar 0,23 persen. Namun pada 2025, volume penjualan melonjak menjadi 22,06 ton dengan pangsa pasar mencapai 39,51 persen.

Sementara pada kuartal I-2026, penjualan emas batangan tercatat sebesar 7,74 ton dengan pangsa pasar 32,82 persen.

Di sisi lain, bisnis perhiasan menunjukkan tren yang lebih moderat. Penjualan perhiasan emas HRTA pada kuartal I-2026 tercatat hanya 0,09 ton dengan pangsa pasar 2,73 persen.

Angka itu turun dibandingkan posisi 2025 yang mencapai 1,34 ton dengan pangsa pasar 8,05 persen.

Secara keseluruhan, HRTA membukukan penjualan emas murni sebesar 7,83 ton pada kuartal I-2026 atau meningkat 75,18 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 4,47 ton.

Kenaikan volume penjualan juga didorong lonjakan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) emas. HRTA mencatat ASP meningkat 71,01 persen YoY menjadi Rp 2,56 juta dibandingkan Rp 1,50 juta pada kuartal I-2025.

Harga emas hari ini Hartadinata Abadi

Pabrik terintegrasi tingkatkan kapasitas produksi

Untuk menopang pertumbuhan bisnis, HRTA memperbesar kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik dan refinery terintegrasi.

Sebelumnya, perusahaan memiliki empat pabrik dan satu refinery dengan total kapasitas 48 ton per tahun, terdiri dari kapasitas manufaktur perhiasan dan bullion sebesar 30 ton serta refinery 18 ton.

Kini, kapasitas refinery ditingkatkan menjadi 30 ton sehingga total kapasitas terintegrasi mencapai 60 ton per tahun.

“Ke depannya, HRTA mengambil langkah-langkah untuk membangun sinergi produksi, menghubungkan setiap tahapan proses manufaktur dalam ekosistem terpadu yang mendukung inovasi, efisiensi berkelanjutan, dan penciptaan produk emas berkualitas tinggi,” tulis perusahaan.

Peningkatan kapasitas produksi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga efisiensi, fleksibilitas produksi, sekaligus memenuhi pertumbuhan permintaan emas domestik.

Dalam strategi bisnis 2026, HRTA menyebut optimalisasi fasilitas produksi menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

Dengan kapasitas hingga 60 ton per tahun, perusahaan ingin memastikan skalabilitas produksi sekaligus menjaga kepatuhan terhadap prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Perluas jaringan toko dan pergadaian

Selain memperkuat produksi, HRTA juga terus memperluas jaringan ritel dan pergadaian untuk mendukung penetrasi pasar.

Jumlah toko perhiasan perseroan meningkat dari 12 gerai pada 2017 menjadi 85 gerai pada 2024 dan tetap bertahan di angka 85 toko pada kuartal I-2026. Jaringan toko tersebut tersebar di Sumatera, Jabodetabek dan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.

Shutterstock/VladKK Ilustrasi emas. Harga emas. Penyebab harga emas naik-turun.

Sementara itu, ekspansi bisnis gadai berlangsung lebih agresif. Jumlah gerai pegadaian meningkat dari hanya tiga toko pada 2018 menjadi 138 toko pada kuartal I-2026.

Sebaran gerai meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam strategi bisnisnya, perusahaan menargetkan penguatan penetrasi pasar melalui jaringan toko milik sendiri yang diperkirakan mencapai sekitar 100 toko.

Strategi itu dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan volume penjualan sekaligus memperkuat visibilitas merek HRTA Gold.

Selain melalui toko fisik, perusahaan juga mengoptimalkan penjualan melalui platform digital dan kemitraan strategis sebagai bagian dari pendekatan multi-channel market penetration.

Laba bersih naik 189 persen

Lonjakan penjualan membuat laba bersih HRTA ikut meningkat signifikan pada kuartal I-2026.

Berdasarkan laporan laba rugi perusahaan, penjualan bersih tercatat Rp 20,15 triliun, naik 196,96 persen dibandingkan Rp 6,78 triliun pada kuartal I-2025. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp 19,41 triliun dari sebelumnya Rp 6,44 triliun.

Laba bruto tercatat Rp 744,25 miliar atau tumbuh 116,95 persen YoY. Sementara laba operasi mencapai Rp 633,53 miliar, meningkat 127,26 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 433,49 miliar atau melonjak 189,48 persen dibandingkan kuartal I-2025 sebesar Rp 149,75 miliar. Earnings per share (EPS) juga meningkat menjadi 94,13 dari sebelumnya 32,52.

Freepik Ilustrasi emas.

HRTA menyebut kinerja keuangan perusahaan hingga kuartal I-2026 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Secara tahunan, pendapatan perusahaan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 48,59 persen sepanjang 2020-2025, sedangkan laba bersih meningkat 33,72 persen pada periode yang sama.

Di sisi profitabilitas, return on assets (ROA) meningkat dari 7,76 persen pada 2025 menjadi 12,60 persen pada kuartal I-2026. Return on equity (ROE) juga naik dari 30,29 persen menjadi 47,32 persen.

Sementara rasio utang berbunga terhadap ekuitas atau interest bearing debt to equity turun dari 1,25 kali pada 2025 menjadi 1,12 kali pada kuartal I-2026.

Fokus pasar institusi dan standar internasional

Ke depan, HRTA menargetkan penguatan pasar institusional, terutama dengan melayani perbankan, lembaga keuangan, dan nasabah korporasi melalui penjualan bullion.

Perusahaan juga menilai kebijakan pungutan ekspor emas mentah yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan ketersediaan bahan baku domestik.

Kondisi itu diharapkan membuat perusahaan lebih mudah memperoleh pasokan emas dari penambang lokal sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok.

Dalam operasionalnya, HRTA menekankan pentingnya standar internasional dan sistem traceability dalam industri bullion.

Perusahaan menyebut sejumlah tantangan utama industri emas meliputi konsistensi kualitas dan standardisasi assay, keterlacakan penuh dari sumber hingga kustodian, kesesuaian dengan sistem risiko dan kepatuhan perbankan, hingga koordinasi logistik dan kustodian dalam kerangka regulasi.

Untuk itu, HRTA menyatakan komitmennya terhadap standar internasional seperti KAN dan London Bullion Market Association (LBMA) guna menjaga kualitas produk dan penerimaan pasar global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#emas #emas-batangan #hartadinata-abadi #hrta #permintaan-emas

https://money.kompas.com/read/2026/05/26/150100126/bisnis-emas-batangan-moncer-penjualan-hartadinata-abadi-hrta-tembus-rp-20-t