PT INTI Bakal Ditutup Danantara, Intip Jejak Bisnis & Struktur Pemegang Sahamnya

PT INTI Bakal Ditutup Danantara, Intip Jejak Bisnis & Struktur Pemegang Sahamnya

PT INTI yang sepenuhnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia, memiliki sejarah panjang dalam industri telekomunikasi sejak 1966.

(Bisnis.Com) 26/05/26 15:05 232593

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengaturan (BP) BUMN tengah mengkaji penutupan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur digital dan integrator sistem.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan bahwa pihaknya memastikan tidak ada karyawan yang dikenakan PHK. Chief Operating Officer (COO) Danantara tersebut juga menjelaskan saat ini proses tersebut dalam tahap verifikasi.

"Pekerjanya aman. Kan kami sudah bilang, semua tidak ada yang di-PHK," ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa (26/5/2026).

BP BUMN bersama Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah mendorong penguatan sinergi melalui rencana kerja sama strategis guna memastikan transformasi BUMN berjalan dengan prinsip no one left behind serta tetap menjamin hak-hak pegawai.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga proses transformasi BUMN tetap berjalan sehat, profesional, dan berkelanjutan dengan mengedepankan perlindungan terhadap pekerja.

Profil dan pemegang saham PT INTI:

PT INTI memiliki tiga kantor. Kantor pusatnya berada di Jl. Moch. Toha Nomor 77 Bandung. Perseroan memiliki kantor cabang di Jl. Balitung 1 Nomor.17 Jakarta Selatan, serta fasilitas produksi di Jl. Moch. Toha No. 225 Bandung.

Melansir dokumen annual report 2023, jumlah karyawan PT INTI mencapai 203 orang. Perusahaan didirikan dengan modal dasar Rp1 triliun dan modal disetor mencapai Rp350 miliar.

Perusahaan didirikan sebagai evolusi dari kerja sama PN Telekomunikasi dan Siemens AG pada 1966. Kerja sama ini berlanjut pada pembentukan Pabrik Telepon dan Telegraf (PTT) sebagai bagian dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pos dan Telekomunikasi (LPP Postel) pada 1968.

PT INTI resmi berdiri pada 30 Desember 1974 dengan bidang usaha meliputi produk-produk radio sonde, radio High Frequency (HF), radio Very High Frequency (VHF), pesawat telepon, dan stasiun bumi untuk Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa.

Kemudian, pada 1989 lini bisnis perseroan terpusat menjadi tiga segmen, yakni produk sentral, produk transmisi, dan produk terminal (customer premises equipment/CPE). Saat itu, PT INTI menjadi pioner proses digitalisasi sistem dan jaringan telekomunikasi di Indonesia.

Dalam kurun 2002-2019, perseroan gencar melakukan spin-off dengan mendirikan anak perusahaan dan perusahaan patungan untuk melakukan aktivitas manufaktur. Beberapa di antaranya meliputi PT INTI Prisma Internasional hingga perusahaan patungan bersama PT Pindad (Persero) bernama PT INTI Pindad Mitra Sejati.

Selanjutnya, sejak 2020 PT INTI memperkuat posisinya untuk fokus pada lini bisnis di bidang manufacture and assembly, managed service, digital service dan system integrator. Untuk mendukung bisnisnya, PT INTI juga mengoperasikan INTI Smart Industrial Park, fasilitas produksi seluas delapan hektar di Jalan Moch Toha No 225 yang memproduksi perangkat telekomunikasi dan elektronik.

PT INTI 100% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Dalam struktur grup perusahaan, perseroan menggenggam 0,06% saham PT Smart Telecom, kemudian 2,65% saham PT Bangtelindo, lalu 22% saham PT Inti Pisma International, dan 31,75% PT Maleo Emtiga.

Untuk perusahaan entitas asosiasi, PT INTI juga menaungi PT INTI Pindad Mitra Sejati (IPMS) bersama Pindad dengan kepemilikan mayoritas sebesar 87%. Selanjutnya, PT INTI juga menggenggam 99,99% dari PT INTI Konten Indonesia (INTES).

#pt-inti #penutupan-pt-inti #bisnis-pt-inti #struktur-pemegang-saham-pt-inti #karyawan-pt-inti #sejarah-pt-inti #produk-pt-inti #lini-bisnis-pt-inti #anak-perusahaan-pt-inti #inti-smart-industrial-park

https://market.bisnis.com/read/20260526/192/1976579/pt-inti-bakal-ditutup-danantara-intip-jejak-bisnis-struktur-pemegang-sahamnya