Ini Alasan SMBC Indonesia Alihkan Kredit Pensiunan ke BTN
SMBC Indonesia alihkan portofolio kredit pensiunan senilai Rp 19,9 triliun ke BTN sebagai bagian strategi bisnis berkelanjutan. BTN perkuat segmen payroll loan dan pensiunan.
(Kompas.com) 29/05/26 13:09 234838
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk mengungkap alasan di balik keputusan pengalihan portofolio kredit pensiunan kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, hal ini merupakan bagian dari strategi bisnis perseroan untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
“Langkah ini merupakan bagian strategy business SMBC Indonesia untuk mendukung pertumbuhan business yang berkelanjutan,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2026).
KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Henoch Munandar dalam SMBC Indonesia Economic Outlook 2025, Selasa (18/2/2025).Kendati telah melepas portofolio kredit pensiunan, Henoch menegaskan, perseroan tetap berkomitmen menggarap pasar Indonesia.
SMBC Indonesia bersama anak usaha, yakni BTPN Syariah dan Grup OTO, akan tetap fokus melayani berbagai segmen nasabah mulai dari korporasi hingga ritel sebagai bank universal.
Untuk diketahui, SMBC Indonesia dan BTN telah menandatangani perjanjian pengalihan portofolio bisnis pensiun pada 22 Mei 2026.
Dalam proses tersebut, layanan pensiun yang saat ini dikelola SMBC Indonesia akan dialihkan secara bertahap kepada BTN.
Henoch memastikan proses pengalihan portofolio dilakukan dengan tetap mengedepankan kepentingan nasabah.
“SMBC Indonesia bersama BTN berkomitmen untuk memastikan bahwa proses pengalihan portofolio ini berjalan dengan baik untuk memastikan kepentingan nasabah tetap menjadi fokus utama,” ucapnya.
Adapun transaksi dilakukan melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui transaksi CPTA, BTN akan mengakuisisi portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola TASPEN dengan estimasi nilai mencapai Rp12,58 triliun.
SHUTTERSTOCK/KHONGTHAM Ilustrasi pensiun, tabungan pensiun, dana pensiun. Anak pensiunan PNS, TNI, Polri daftar KIP Kuliah.Sementara melalui transaksi CLATA, BTN akan mengakuisisi aset pinjaman terkait pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, serta pinjaman karyawan aktif BUMN dan lembaga pemerintahan dengan estimasi nilai Rp7,34 triliun.
Di sisi lain, Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, BTN menyebut transaksi pengalihan portofolio tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi perseroan menjadi bank beyond mortgage.
Nilai transaksi pengalihan portofolio kredit tersebut diperkirakan hampir mencapai Rp 19,9 triliun.
“Perseroan tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas ekosistem layanan keuangan melalui penguatan segmen payroll loan, pensiunan, dan transactional banking,” ujar Ramon dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, segmen pensiunan dan payroll loan memiliki karakteristik pembayaran yang relatif stabil sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan berkelanjutan bagi perseroan.
Selain memperkuat portofolio kredit, transaksi tersebut juga dinilai membuka peluang peningkatan dana murah, transaksi nasabah, hingga optimalisasi ekosistem layanan BTN di berbagai wilayah Indonesia.
BTN memproyeksikan transaksi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis perseroan ke depan melalui peningkatan total aset dan portofolio kredit.
“Langkah ini juga sejalan dengan strategi BTN membangun ekosistem keuangan yang lebih luas dan inklusif, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai bank di segmen konsumer dengan layanan yang semakin lengkap bagi masyarakat,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#bank-btn #smbc-indonesia #kredit-pensiunan #akuisisi-portofolio