IHSG Sudah Jatuh 33% Tertimpa Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

IHSG Sudah Jatuh 33% Tertimpa Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

IHSG dan rupiah melemah akibat arus keluar dana asing, dengan rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS. Faktor lain termasuk defisit transaksi berjalan dan sentimen global.

(Bisnis.Com) 04/06/26 12:14 239753

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi sentimen negatif yang signifikan menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini. Baik rupiah maupun IHSG jatuh terutama disebabkan arus deras dana asing yang keluar dari Indonesia.

Berdasarkan data TradingView dalam intraday perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 11.35 WIB, rupiah melemah ke posisi Rp18.042 per dolar AS.

Sementara itu, IHSG pun ambles 3,48% ke level 5.734,25 pada akhir perdagangan sesi I hari ini. Kejatuhan ini membuat IHSG sudah anjlok 33,68% sejak awal tahun (year-to-date/ytd).

Adapun, investor asing terus melanjutkan aksi jual bersih di pasar saham RI. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai net sell asing kemarin (3/6/2026) senilai Rp993,23 miliar, sehingga sejak awal tahun akumulasi net sell asing mencapai Rp56,35 triliun.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta dalam proyeksinya menjelaskan dalam skenario positif rupiah akan berada di level Rp17.089 per dolar AS, sedangkan untuk skenario negatif rupiah akan melemah di level Rp17.834 per dolar AS pada 2026 ini.

Skenario positif rupiah tersebut didasari oleh sejumlah indikator, yakni adanya intervensi agresif Bank Indonesia (BI), kebijakan pengetatan moneter, kepastian independensi BI dari pemerintah, peran pemerintah menjaga postur APBN secara disiplin, hingga adanya capital inflow asing ke pasar SBN atau saham.

"Skenario negatif untuk rupiah adalah adanya intervensi politik ke Bank Indonesia, melebarnya defisit transaksi berjalan, hawkish The Fed, konflik geopolitik, dan adanya capital outflow dari SBN atau pasar saham," kata Nafan dalam risetnya, dikutip Kamis (4/6/2026).

Nafan menjelaskan bahwa selain pelemahan rupiah, faktor penekan IHSG juga dari sentimen berupa penyusutan surplus neraca perdagangan per April 2026 sebesar US$89,1 juta. Ini merupakan level terendah dalam enam tahun terakhir dan menunjukkan adanya perlambatan dari kontribusi sektor eksternal dan menjadi penahan laju penguatan IHSG.

Berdasarkan statistik BEI, terdapat net sell asing di pasar saham sebesar Rp993,23 miliar pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Secara agregat, net sell asing telah mencapai Rp56,35 triliun sepanjang tahun berjalan. Ke depan, pasar saham diperkirakan tetap bergejolak.

"Para pelaku pasar mulai mencermati dan bersiap menghadapi volatilitas baru dari sentimen rebalancing indeks FTSE Russell yang dijadwalkan efektif pada 22 Juni mendatang," ujarnya.

Level nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi variabel utama dalam proyeksi IHSG Samuel Sekuritas tahun ini. Sebelumnya, Head of Research Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi memperkirakan dalam skenario dasar, IHSG pada tahun ini akan berada di level 7.500, dengan asumsi rupiah ada di level Rp17.500 per dolar AS.

Sementara untuk skenario negatif, IHSG ada di level 6.300, dengan asumsi rupiah akan melemah ke level lebih dari Rp18.000 per dolar AS.

"Begitu US$/IDR-nya lebih dari Rp18.000, ini pasti berpengaruh juga ke sektor consumer staples. Dari banks juga pasti terdampak di asset quality. Selain itu kita juga melihat dari harga minyak. Karena kalau -3% ini kita asumsi harga minyak sudah lebih dari US$120 per barel," ujarnya dalam forum Media Connect di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg #rupiah #dolar-as #nilai-tukar-rupiah #ihsg-jatuh #arus-dana-asing #intervensi-bank-indonesia #kebijakan-moneter #capital-inflow #capital-outflow #defisit-transaksi-berjalan #surplus-neraca-perda

https://market.bisnis.com/read/20260604/7/1978377/ihsg-sudah-jatuh-33-tertimpa-rupiah-tembus-rp18000-per-dolar-as