Mentan: Pembangunan infrastruktur pascapanen perkuat pangan nasional

Mentan: Pembangunan infrastruktur pascapanen perkuat pangan nasional

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen atau gudang baru menjadi ...

(Antara) 09/06/26 10:45 244448

Kita ingin membangun sistem yang kuat sehingga pangan selalu tersedia, distribusi berjalan baik, dan masyarakat mendapatkan harga yang wajar

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen atau gudang baru menjadi solusi permanen untuk memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir.

"Pembangunan infrastruktur pascapanen menjadi salah satu solusi permanen dalam memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir," kata Amran sebagaimana pernyataan di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPD RI di Jakarta, Senin (8/6). Gudang dibangun di seluruh wilayah Indonesia untuk menyimpan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog.

Pemerintah membangun 100 gudang penyimpanan di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah yang selama ini belum memiliki fasilitas penyimpanan pangan yang memadai.

Keberadaan infrastruktur pascapanen dinilai menjadi langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi berbagai dinamika distribusi pangan dengan memastikan ketersediaan stok dan pasokan pangan tetap terjaga secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui pembangunan fasilitas penyimpanan dan pendukung pascapanen, pemerintah menargetkan distribusi pangan dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko gangguan pasokan yang berpotensi memicu gejolak harga dapat diminimalkan.

Program pembangunan infrastruktur tersebut didukung anggaran sekitar Rp5 triliun dengan lokasi pembangunan yang telah disiapkan di berbagai sentra produksi pangan nasional.

Menurut Amran, pembangunan infrastruktur pascapanen merupakan solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem pangan nasional, menjaga ketersediaan pangan, memperlancar distribusi, serta mewujudkan harga yang wajar bagi masyarakat.

"Ini solusi permanen. Jadi tidak ada lagi alasan harga (beras) naik. Kita ingin membangun sistem yang kuat sehingga pangan selalu tersedia, distribusi berjalan baik, dan masyarakat mendapatkan harga yang wajar," ucap Amran.

"Kalau sistem ini berjalan dengan baik, inilah masa keemasan pangan Indonesia," ujar Amran menambahkan.

Dia menjelaskan gudang-gudang yang dibangun nantinya akan menjadi simpul utama dalam ekosistem pangan nasional yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), Perum Bulog, dan program makan bergizi gratis (MBG).

"Gudang menjadi induknya, kemudian Koperasi Desa Merah Putih menjadi penggeraknya di lapangan, sementara program MBG menjadi off taker yang menyerap hasil produksi petani. Jadi ini satu kesatuan ekosistem pangan nasional yang saling terhubung," jelas Amran.

Ia menegaskan urgensi pembangunan infrastruktur itu menjadi relevan dengan semakin kuatnya stok beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog. Hingga saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton hingga awa" Juni.

Dengan volume stok yang sangat kuat hingga melampaui kapasitas gudang Bulog secara nasional sekitar 3 juta ton, skema gudang filial pun diterapkan guna memastikan stok beras di Bulog tetap terjaga dengan baik dan dapat segera didistribusikan untuk stabilisasi pangan.

Ketua Komite II DPD RI Badikenita Br. Sitepu mengungkapkan sejumlah tantangan ketahanan pangan yang dihadapi dan perlu mendapat perhatian bersama, seperti disparitas kondisi pangan antarwilayah, khususnya di kawasan timur Indonesia dan daerah kepulauan.

Selain itu, tingginya biaya logistik, kerentanan terhadap perubahan iklim, serta perlunya penguatan sistem distribusi pangan yang lebih merata dan efisien.

Karena itu, senator dari dapil Sumatera Utara itu menilai, percepatan pembangunan infrastruktur pasca panen merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam menjawab tantangan tersebut sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Pemerintah juga telah menerbitkan berbagai kebijakan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur pasca panen, percepatan swasembada pangan yang dulu ditarget tiga tahun ternyata bisa diselesaikan dalam satu tahun," kata Badikenita.

Adapun pembangunan infrastruktur pasca panen (IPP) merupakan amanat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen dalam rangka ketahanan pangan nasional di mana pemerintah menugaskan Bulog untuk membangun IPP di seluruh daerah.

Tujuannya, selain memperbesar kapasitas penyimpanan, infrastruktur tersebut akan mendukung penyerapan hasil panen petani, menjaga mutu komoditas, mengurangi kehilangan hasil (losses), memperpanjang masa simpan, hingga memperkuat distribusi pangan nasional.

Secara keseluruhan, pemerintah akan membangun 100 unit IPP yang terdiri atas gudang pangan, dryer (pengering), Rice Milling Unit (RMU), silo gabah, silo jagung, hingga fasilitas pengolahan beras modern (rice to rice).

Infrastruktur tersebut akan tersebar di berbagai sentra produksi pangan nasional di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#kepala-bapanas #mentan-amran #100-gudang #infrastruktur-pasca-panen #bulog

https://www.antaranews.com/berita/5600149/mentan-pembangunan-infrastruktur-pascapanen-perkuat-pangan-nasional