Pemerintah Australia Mulai Khawatirkan Risiko Keamanan Starlink Elon Musk
Pemerintah Australia mulai mengkhawatirkan kedaulatan mereka seiring dengan penetrasi Starlink yang telah masuk hingga ke industri pertahanan.
(Bisnis.Com) 11/06/26 17:00 247378
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Australia mulai mengkhawatirkan risiko meningkatnya ketergantungan negara tersebut pada layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk.
Kekhawatiran ini mencuat seiring dengan meluasnya penggunaan infrastruktur satelit asing untuk komunikasi publik dan militer yang dinilai berpotensi mengancam kedaulatan keamanan nasional.
Dalam pemberitahuan resmi badan intelijen yang selama ini kurang mendapat perhatian, Australia memperlihatkan secara eksplisit mengenai kekhawatiran mereka.
Dilansir dari ABC, Kamis (11/6/2026) dokumen resmi badan intelijen mendeskripsikan penyedia internet satelit sebagai tantangan serius bagi kemampuan Australia untuk menegakkan hukumnya sendiri dan melindungi dirinya sendiri.
Perusahaan satelit dan kecerdasan buatan tersebut telah memikat calon pembeli dengan rencana bisnis untuk membangun jaringan telepon dan internet global — dan suatu hari nanti antarplanet. Di Australia sendiri, diperkirakan terdapat sekitar 200.000 pelanggan Starlink menurut estimasi pemerintah pada 2025.
Ekspansi Starlink kian kokoh setelah perusahaan roket Elon Musk meluncurkan desain Starship V3 baru untuk memungkinkan peluncuran satelit Starlink yang lebih sering dan untuk mengirim misi NASA masa depan ke bulan.
Sejak saat itu, perusahaan telekomunikasi besar seperti Telstra dan Optus telah menandatangani kontrak dengan SpaceX untuk mengizinkan pelanggan mereka menggunakan layanan telepon satelit saat berada di luar jangkauan seluler tradisional.
Kendati demikian, model operasional ini membawa risiko tata kelola. Sebuah presentasi internal yang disiapkan oleh Pusat Keamanan Siber dan Infrastruktur Departemen Dalam Negeri pada Mei 2025 memaparkan "pertimbangan keamanan" untuk layanan komunikasi satelit orbit bumi rendah (low-Earth-orbit) seperti Starlink. Salah satu salinan menandai adanya "risiko ketersediaan karena sifat Starlink yang berbasis di luar negeri".
Dosen Hukum antariksa di Flinders University Joel Lisk menilai interaksi antara rezim regulasi yang berbeda sangat sulit diterapkan pada infrastruktur orbit.
Regulasi sistem satelit skala besar merupakan area perhatian regulasi yang nyata, dengan para regulator di seluruh dunia masih berjuang menghadapi kecepatan evolusi teknologi tersebut.
"Ada masalah yang melekat. Bagaimana Anda menghentikan seseorang melakukannya? Itu tidak mungkin karena lisensi kami tidak menjangkau hingga ke luar angkasa,” kata Joel Lisk.
Sebuah nota penasihat publik oleh Direktorat Sinyal Australia turut memaparkan operator swasta layanan satelit memiliki kendali yang signifikan atas jaringan tersebut.
"Pengaruh ini mungkin melebihi kapasitas regulasi masing-masing negara, meningkatkan kekhawatiran tentang kedaulatan dan perlindungan kepentingan nasional."
Sejauh ini, pemerintah federal Australia telah memberikan lebih dari selusin kontrak bernilai setidaknya US$7,13 juta, termasuk layanan untuk Departemen Pertahanan dan Komisi Pemilihan Umum Australia. Angka ini membengkak menjadi lebih dari US$50 juta jika memasukkan kontrak pemerintah negara bagian, termasuk kontrak senilai US$41 juta dengan Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan NSW.
#australia #starlink #jaringan-starlink #starlink-elon-musk #australia-starlink #pemerintah-australia-kaji-risiko-keamanan-jaringan-starlink-milik-elon-musk