IPO Inaco (JELI) Mulai Hari Ini, Penawaran Awal hingga 22 Juni
PT Niramas Utama Tbk. (JELI), produsen makanan dan minuman merek Inaco, menetapkan masa penawaran awal dalam IPO pada 15 hingga 22 Juni 2026.
(Bisnis.Com) 15/06/26 12:54 250266
Bisnis.com, JAKARTA — PT Niramas Utama Tbk. (JELI), produsen makanan dan minuman penutup dengan merek Inaco, menetapkan masa penawaran awal dalam IPO pada 15 hingga 22 Juni 2026.
Dalam proses IPO, JELI menetapkan harga awal sebesar Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Dalam masa penawaran awal atau bookbuilding, perseroan akan menentukan harga pelaksanaan IPO berdasarkan animo investor.
Dengan harga di batas tertinggi, Niramas Utama berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp392 miliar setelah melantai dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan prospektus awal, JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru yang setara dengan 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan berlangsung pada 15–22 Juni 2026. Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026.
Selanjutnya, masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 1–3 Juli 2026, dengan penjatahan saham pada 3 Juli 2026. Distribusi saham secara elektronik dijadwalkan pada 6 Juli 2026, sedangkan pencatatan saham perdana JELI di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 7 Juli 2026.
Penawaran umum perdana saham tersebut dijamin secara penuh (full commitment) oleh PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
JELI merupakan emiten sektor consumer non-cyclicals yang bergerak pada subsektor makanan olahan. Perseroan dikenal melalui merek INACO yang memproduksi nata de coco, jeli mini, puding, serta minuman siap saji berbasis kelapa dan serat alami.
Didirikan pada 1990, Niramas Utama telah beroperasi lebih dari 35 tahun dan memiliki jaringan distribusi yang mencakup 251 titik di Indonesia. Selain pasar domestik, produk perseroan juga telah diekspor ke sejumlah negara seperti Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.
Seiring meningkatnya tren konsumsi makanan sehat berbahan alami, perseroan berencana memperluas pasar ekspor ke kawasan Afrika dan Eropa pada 2026 guna menopang pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Indikasi Jadwal IPO JELI
- Masa Penawaran Awal 15–22 Juni 2026
- Tanggal Efektif OJK 29 Juni 2026
- Masa Penawaran Umum 1–3 Juli 2026
- Tanggal Penjatahan 3 Juli 2026
- Distribusi Saham Elektronik 6 Juli 2026
- Pencatatan Saham di BEI 7 Juli 2026
Rincian Penawaran IPO JELI
- Saham Ditawarkan Maksimal 350 juta saham
- Porsi Saham IPO Maksimal 25,93%
- Harga Penawaran Rp900–Rp1.120 per saham
- Dana Dihimpun Maksimal Rp392 miliar
- Penjamin Pelaksana Emisi PT Sucor Sekuritas
Manajemen menjelaskan sekitar 51,04% dana IPO akan digunakan untuk penyertaan modal kepada anak usaha, PT NPS. Dana tersebut selanjutnya dipakai untuk belanja modal berupa pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi beserta peralatan pendukung guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan produk baik di pasar domestik maupun internasional.
Selain itu, sekitar 18,36% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk belanja modal perseroan, terutama pembelian dan instalasi mesin produksi, peralatan, serta perlengkapan yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik.
Perseroan juga menganggarkan sekitar 10,63% dana IPO untuk membayar sebagian pokok pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Per 31 Maret 2026, total saldo pokok pinjaman perseroan tercatat sebesar Rp94 miliar.
Setelah pelunasan sebagian utang tersebut, saldo kewajiban JELI kepada Bank Mandiri diperkirakan berkurang menjadi sekitar Rp54 miliar.
Adapun sisa dana sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, dan kegiatan pemasaran guna mendukung ekspansi usaha.
Rencana Penggunaan Dana IPO JELI:
- 51,04% untuk ekspansi kapasitas produksi gummy candy dan jelly melalui anak usaha PT NPS.
- 18,36% untuk pembelian mesin dan peningkatan kapasitas gudang serta logistik.
- 10,63% untuk membayar sebagian utang Bank Mandiri.
- 19,97% untuk modal kerja, termasuk bahan baku, operasional, dan pemasaran.
#ipo #jeli #inaco #niramas-utama #ipo-bei #pasar-modal #perusahaan-tercatat #free-float-ipo #reformasi-pasar-modal #emiten-berkualitas #calon-emiten #valuasi-ipo #sektor-energi #sektor-teknologi #sekto