Debut Obligasi Global Danantara US$1,5 Miliar, AS Jadi Investor Terbesar

Debut Obligasi Global Danantara US$1,5 Miliar, AS Jadi Investor Terbesar

Danantara Investment Management menerbitkan obligasi global senilai US$1,5 miliar yang oversubscribed, dengan AS sebagai investor terbesar.

(Bisnis.Com) 15/06/26 16:53 250593

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Investment Management (DIM) menerbitkan obligasi global atau global bond perdana senilai US$1,5 miliar dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari tiga kali lipat. AS menjadi negara sebagai investor terbesar untuk global bond Danantara tersebut.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan awalnya Danantara menargetkan raupan investasi US$1 miliar untuk global bond perdananya. Kemudian, dalam tahapan bookbuilding, terdapat permintaan investasi US$4,6 miliar.

Danantara pun meningkatkan rilisan global bond menjadi US$1,5 miliar, dibagi masing-masing US$750 juta untuk tenor 5 tahun dan US$750 juta untuk 10 tahun.

Global bond untuk tenor 5 tahun memperoleh yield 5,35%. Kemudian, tenor 20 tahun memperoleh yield 5,95%.

"Ini adalah hasil sangat baik dan ini membuktikan kepercayaan investor ke Indonesia tinggi," ujar Rosan usai memberikan laporan hasil roadshow terkait dengan global bond perdana Danantara kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (15/6/2026).

Rosan juga membeberkan bahwa untuk global bond bertenor 5 tahun 38% investor berasal dari AS. Kemudian, 41% dari Eropa dan Timur Tengah. Sisanya, 21% dari Asia.

Lalu, untuk global bond dengan tenor 10 tahun, 52% investor berasal dari AS, 31% investor berasal dari Eropa dan Timur Tengah. Sisanya, 17% dari Asia.

Rosan mengatakan catatan negara asal investor itu menunjukkan bahwa terdapat diversifikasi mitra investor. Sebab, selama ini secara historis, penerbitan obligasi oleh Indonesia paling banyak diserap investor Asia.

"Akan tetapi, ini kebalikan, pembeli terbesar dari AS, sampai 52% untuk 10 tahun. Oleh sebab itu, bahwa kepercayaan market dunia luar terhadap Indonesia sangat baik, tercermin dari mereka bersedia membeli global bond Danantara," ujar Rosan.

Bahkan, menurut Rosan, investor dari luar negeri banyak yang menyatakan sangat terbuka apabila Indonesia ingin menerbitkan obligasi global dengan tenor sampai 30 tahun.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat global Moody\'s Ratings menyematkan peringkat kredit Baa2 kepada DIM. Sejalan dengan prospek utang Pemerintah Indonesia, Moody\'s juga menetapkan outlook negatif untuk DIM.

Dalam laporannya, Moody\'s menilai peringkat DIM setara dengan sovereign rating Indonesia. Hal ini mencerminkan kuatnya keterkaitan kedua pihak, baik dari sisi kepemilikan, tata kelola, maupun potensi dukungan keuangan.

Vice President dan Senior Analyst Moody\'s Ratings, Rachel Chua, menjelaskan peringkat Baa2 disokong oleh posisi DIM dalam pengelolaan investasi negara.

“Peringkat Baa2 dengan outlook negatif untuk DIM selaras dengan peringkat sovereign pemerintah Indonesia. Penilaian ini ditopang hubungan kredit yang kuat, struktur kepemilikan, serta ekspektasi dukungan luar biasa pemerintah yang tepat waktu,” tulis Rachel beberapa waktu lalu.

Selain peringkat korporasi, Moody\'s memberikan peringkat sementara (P)Baa2 untuk program surat utang jangka menengah global (MTN) yang dibentuk DIM, serta peringkat Baa2 untuk obligasi senior tanpa jaminan yang akan diterbitkan.

Moody\'s mengategorikan DIM sebagai Government Related Issuer (GRI) karena kedekatannya dengan pemerintah. Mengingat perusahaan masih berada pada tahap awal pengembangan dan belum memiliki rekam jejak operasional mandiri, Moody\'s belum memberikan Baseline Credit Assessment (BCA).

#global-bond #obligasi-global #danantara-investment #oversubscribed-obligasi #investor-as #yield-global-bond #tenor-obligasi #moody-039-s-ratings #peringkat-baa2 #sovereign-rating #investasi-indonesia

https://market.bisnis.com/read/20260615/192/1981001/debut-obligasi-global-danantara-us15-miliar-as-jadi-investor-terbesar