Komisi IV DPR apresiasi program ketahanan pangan Nusakambangan

Komisi IV DPR apresiasi program ketahanan pangan Nusakambangan

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi mengapresiasi program ketahanan pangan yang dikembangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Pulau ...

(Antara) 20/06/26 16:56 255254

Cilacap (ANTARA) - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi mengapresiasi program ketahanan pangan yang dikembangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan karena berhasil mengubah lahan tidak produktif menjadi kawasan penghasil berbagai komoditas pangan.

Usai mengunjungi sejumlah lokasi kegiatan ketahanan pangan di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ada di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu sore, dia mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa berbagai sektor pangan dapat dikembangkan secara optimal apabila didukung kemauan dan kreativitas pengelola.

"Hari ini (20/6) kami dari Komisi IV DPR RI datang ke Nusakambangan untuk melihat langsung upaya meningkatkan ketahanan pangan. Kami melihat lahan yang sebelumnya tidak produktif kini menjadi lahan produktif, mulai dari padi, anggur, peternakan ayam, budi daya udang hingga sidat," katanya.

Menurut dia, hasil yang dicapai Lapas di Nusakambangan layak menjadi contoh bagi daerah maupun instansi lain yang memiliki lahan potensial untuk dikembangkan guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Dia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung program prioritas pemerintah.

"Saya atas nama Komisi IV DPR RI mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Imipas beserta jajarannya. Mudah-mudahan ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain," kata legislator yang akrab disapa Titiek Soeharto itu.

Menurut dia, keberhasilan pengembangan kawasan pangan di Nusakambangan membuktikan bahwa berbagai wilayah di Indonesia memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan produksi pangan apabila dikelola secara serius.

"Kalau Nusakambangan saja bisa seperti ini, apalagi daerah lain. Indonesia memiliki tanah yang subur dan sumber daya alam yang besar. Tinggal bagaimana kita mengolah bumi dan laut ini agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," katanya.

Selain menghasilkan berbagai komoditas pangan, program tersebut juga dinilai memiliki dampak sosial karena melibatkan warga binaan pemasyarakatan dalam kegiatan produksi.

Menurut dia, keterlibatan warga binaan menjadi nilai tambah karena mereka memperoleh keterampilan dan insentif yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.

"Yang lebih penting lagi, program ini melibatkan warga binaan. Sebelum mereka kembali ke masyarakat, mereka dibekali keterampilan dan mendapatkan premi dari pekerjaan yang dilakukan sehingga dapat menjadi bekal saat bebas nanti," kata Titiek

Sementara itu, Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan kunjungan Komisi IV DPR RI menjadi masukan penting untuk penyempurnaan program ketahanan pangan yang dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Ketua Komisi IV DPR RI beserta rombongan. Beberapa evaluasi dan arahan yang disampaikan akan kami tindak lanjuti untuk perbaikan program yang sudah berjalan," katanya.

Ia mengatakan pemanfaatan lahan tidak produktif tidak hanya dilakukan di Nusakambangan, tetapi juga diterapkan di berbagai lapas dan rumah tahanan negara (rutan) di seluruh Indonesia.

Menurut dia, seluruh jajaran pemasyarakatan didorong mengoptimalkan lahan yang tersedia guna mendukung ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan internal warga binaan dan petugas.

"Ini juga merupakan upaya membantu pemerintah menjaga stabilitas harga pangan. Misalnya untuk kebutuhan telur, kami mendorong lapas dan rutan memproduksi sendiri sehingga tidak menambah tekanan permintaan di pasar dan berkontribusi terhadap inflasi," kata Agus.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (kiri) dan Menteri Imipas Agus Andrianto (dua dari kiri) menyaksikan proses panen sidat di kolam budi daya yang berlokasi di kompleks Lapas Batu, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (20/6/2026). ANTARA/Sumarwoto

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

#kementerian-imipas #lapas-nusakambangan #ketahanan-pangan

https://www.antaranews.com/berita/5616067/komisi-iv-dpr-apresiasi-program-ketahanan-pangan-nusakambangan