Harga Bitcoin Terkoreksi, Fundamental Jangka Panjang Masih Positif

Harga Bitcoin Terkoreksi, Fundamental Jangka Panjang Masih Positif

Investor kripto dan Bitcoin diminta tetap berpegang pada fundamental di tengah meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

(Bisnis.Com) 20/06/26 19:55 255564

Bisnis.com, JAKARTA — Koreksi harga Bitcoin ke kisaran US$64.000 setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dinilai belum mengubah prospek jangka panjang aset kripto. Pelaku industri mengingatkan

Bisnis, JAKARTA — Koreksi harga Bitcoin ke kisaran US$64.000 setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dinilai belum mengubah prospek jangka panjang aset kripto. Pelaku industri mengingatkan investor untuk tetap berpegang pada fundamental di tengah meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pasar kripto bergerak melemah setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%, namun memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Sentimen tersebut turut mendorong investor institusi mengambil posisi lebih defensif. Data menunjukkan ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih atau net outflow sebesar US$112,8 juta setelah pengumuman FOMC.

Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian mengatakan volatilitas yang muncul setelah keputusan bank sentral AS merupakan fenomena yang lazim terjadi di pasar aset digital.

"Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek sering kali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, koreksi harga seharusnya menjadi momentum bagi investor untuk mengevaluasi kembali tujuan investasi, profil risiko, serta strategi yang digunakan dalam mengelola portofolio.

INDODAX mengimbau investor tetap menerapkan prinsip do your own research (DYOR), memanfaatkan strategi investasi berkala atau dollar cost averaging (DCA), serta menghindari keputusan yang didorong oleh ketakutan maupun euforia pasar.

Aloysia menilai perkembangan pasar kripto perlu dilihat secara lebih komprehensif dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga harian.

Faktor-faktor seperti peningkatan adopsi aset digital, perkembangan teknologi blockchain, serta partisipasi investor jangka panjang masih menjadi fondasi utama yang menentukan arah industri dalam jangka panjang.

Di sisi lain, hasil FOMC kali ini juga menghadirkan dinamika baru setelah The Fed menghapus forward guidance atau panduan eksplisit mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin bergantung pada data ekonomi aktual seperti inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi dalam membentuk ekspektasi terhadap langkah The Fed berikutnya.

Menariknya, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas yang akan mengkaji berbagai aspek kebijakan bank sentral, termasuk dampak produktivitas dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap perekonomian.

Aloysia menilai langkah tersebut menunjukkan bank sentral mulai memperhatikan faktor-faktor struktural baru yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi global pada masa mendatang.

"Pelaku pasar perlu melihat perkembangan ini sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar, tidak hanya bereaksi terhadap pergerakan harga harian," katanya.

Menurut dia, pemahaman yang kuat terhadap fundamental aset kripto dan penerapan manajemen risiko tetap menjadi kunci bagi investor untuk menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Pasar kripto bergerak melemah setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%, namun memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Sentimen tersebut turut mendorong investor institusi mengambil posisi lebih defensif. Data menunjukkan ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih atau net outflow sebesar US$112,8 juta setelah pengumuman FOMC.

Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian mengatakan volatilitas yang muncul setelah keputusan bank sentral AS merupakan fenomena yang lazim terjadi di pasar aset digital.

"Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek sering kali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, koreksi harga seharusnya menjadi momentum bagi investor untuk mengevaluasi kembali tujuan investasi, profil risiko, serta strategi yang digunakan dalam mengelola portofolio.

INDODAX mengimbau investor tetap menerapkan prinsip do your own research (DYOR), memanfaatkan strategi investasi berkala atau dollar cost averaging (DCA), serta menghindari keputusan yang didorong oleh ketakutan maupun euforia pasar.

Aloysia menilai perkembangan pasar kripto perlu dilihat secara lebih komprehensif dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga harian.

Faktor-faktor seperti peningkatan adopsi aset digital, perkembangan teknologi blockchain, serta partisipasi investor jangka panjang masih menjadi fondasi utama yang menentukan arah industri dalam jangka panjang.

Di sisi lain, hasil FOMC kali ini juga menghadirkan dinamika baru setelah The Fed menghapus forward guidance atau panduan eksplisit mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin bergantung pada data ekonomi aktual seperti inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi dalam membentuk ekspektasi terhadap langkah The Fed berikutnya.

Menariknya, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas yang akan mengkaji berbagai aspek kebijakan bank sentral, termasuk dampak produktivitas dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap perekonomian.

Aloysia menilai langkah tersebut menunjukkan bank sentral mulai memperhatikan faktor-faktor struktural baru yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi global pada masa mendatang.

"Pelaku pasar perlu melihat perkembangan ini sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar, tidak hanya bereaksi terhadap pergerakan harga harian," katanya.

Menurut dia, pemahaman yang kuat terhadap fundamental aset kripto dan penerapan manajemen risiko tetap menjadi kunci bagi investor untuk menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

#kripto #crypto #bitcoin #the-fed #fomc #mata-uang-kripto #aset-kripto #ethereum #crypto #nilai-transaksi #jumlah-investor #blockchain #emas #tabungan #bitcoin #solana #n-a #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260620/94/1982215/harga-bitcoin-terkoreksi-fundamental-jangka-panjang-masih-positif