Pengamat nilai perlu evaluasi rantai pasok batu bara untuk PLN
Pengamat Energi dari Koalisi Energi Untuk Rakyat Kaharuddin menilai perlunya evaluasi rantai pasok batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT PLN ...
(Antara) 22/06/26 13:31 256166
Jakarta (ANTARA) - Pengamat Energi dari Koalisi Energi Untuk Rakyat Kaharuddin menilai perlunya evaluasi rantai pasok batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT PLN (Persero).
"Pemadaman yang terjadi berulang kali menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar dalam pengelolaan sistem kelistrikan. Yang perlu dievaluasi bukan hanya gangguan teknis di lapangan, tetapi juga rantai pasok energi dan memastikan keandalan sistem tetap terjaga," ujar Kaharuddin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut dia, gangguan pasokan energi primer, dalam hal ini batu bara, maupun keluarnya pembangkit dari sistem sebaiknya dapat diantisipasi melalui perencanaan yang matang dan manajemen risiko yang kuat.
Sebagai operator sistem kelistrikan terbesar di Indonesia, lanjut dia, PLN harus memiliki langkah mitigasi yang mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
Kaharuddin menegaskan listrik bukan sekadar komoditas, melainkan infrastruktur strategis yang menopang rumah tangga, sektor pendidikan, layanan kesehatan, industri, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Oleh karena itu, setiap gangguan pasokan memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas.
"Ketika listrik padam, yang terganggu bukan hanya aktivitas rumah tangga. Produktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha masyarakat ikut terdampak. Karena itu, pengelolaan sistem kelistrikan harus dilakukan dengan standar yang sangat tinggi," ujar dia.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencermati adanya kendala pada batu bara kalori menengah, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal per kg GAR yang dibutuhkan pembangkit PLN.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia lantas membentuk tim pengadaan batu bara kalori menengah untuk mengatasi kendala PLN dalam memenuhi kebutuhan pembangkitnya.
Kemudian, pada Jumat (19/6), Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya mempercepat pengadaan pasokan batu bara, khususnya batu bara dengan tingkat kandungan kalori menengah (medium rank coal) untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik.
Proses penyaluran medium rank coal mulai mengalir kepada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di seantero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN, PLTU milik mitra PLN, maupun PLTU milik Independent Power Producer (IPP).
Lebih lanjut, ia merinci berbagai PLTU yang akan menerima pasokan medium rank coal. Untuk PLTU di Jawa bagian barat, terdapat PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1 sampai dengan 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu.
Untuk PLTU di Jawa bagian timur di antaranya PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-awar.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026