Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS, Ini Penekannya

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS, Ini Penekannya

Rupiah melemah ke Rp17.859 per dolar AS akibat penguatan indeks dolar dan sentimen global. Faktor internal seperti kenaikan BBM dan cuaca ekstrem turut menekan.

(Bisnis.Com) 23/06/26 09:21 256971

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke Rp17.859 pada perdagangan hari ini, Selasa (23/5/2026). Adapun, greenback terpantau mencatat penguatan.

Berdasarkan data TradingView, rupiah dibuka melemah tipis 16 poin atau 0,09% ke level Rp17.859 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS menguat tipis ke 101,02.

Sementara itu, mata uang di Asia dibuka bervariasi. Yen Jepang terdepresiasi 0,01% bersama rupee India sebesar 0,37%. Sementara itu, ringgit Malaysia dan yuan China masing-masing menguat 0,31% dan 0,03% terhadap dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pergerakan rupiah pada hari ini masih akan dibayangi oleh keperkasaan indeks dolar AS yang terus menguat sejak awal pekan.

Secara eksternal, sentimen pasar global sempat terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan terkait eskalasi kelompok Hizbullah di Libanon.

Komentar tersebut muncul bersamaan dengan pembukaan babak baru pembicaraan diplomatik antara Wakil Presiden AS JD Vance dan perwakilan Iran di Swiss untuk memperpanjang gencatan senjata.

“Fokus pasar minggu ini tertuju pada rilis data ekonomi AS, terutama angka Produk Domestik Bruto [PDB] kuartal I/2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti [PCE],” ujar Ibrahim dikutip Selasa (23/6/2026).

Sementara itu dari faktor internal, Ibrahim menyebutkan bahwa tekanan bagi mata uang Garuda datang dari proyeksi Bank Indonesia (BI) terkait dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Kenaikan Pertamax dan Pertamax Turbo diperkirakan memberikan andil terhadap peningkatan laju inflasi nasional melalui transmisi imported inflation.

Faktor risiko domestik kedua yang tengah diwaspadai pelaku pasar adalah potensi gangguan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diproyeksikan melanda Indonesia mulai akhir Juni ini.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah pada kisaran rentang harga antara Rp17.840 hingga Rp17.890 per dolar AS.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#rupiah-melemah #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #indeks-dolar-as #mata-uang-asia #rupiah-hari-ini #perdagangan-rupiah #rupiah-terhadap-dolar #sentimen-pasar-global #ekonomi-as #inflasi-nasional #bank-ind

https://market.bisnis.com/read/20260623/93/1982616/rupiah-dibuka-melemah-ke-rp17859-per-dolar-as-ini-penekannya