Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly
Marketeers Tech for Business 2026 di Jakarta bahas strategi digital marketing di era AI. Brand harus AI-Friendly dengan fokus pada GEO, keterampilan SDM, dan omnichannel
(Bisnis.Com) 25/06/26 09:55 259243
Bisnis.com, JAKARTA - Marketeers kembali menggelar ajang tahunanMarketeers Tech for Business (TFB) 2026yang kini memasuki tahun kelima penyelenggaraannya. Digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, acara ini menjadi panggung utama untuk mengulas transformasi strategi digital marketing di tengah gelombang besar kecerdasan buatan yang kian mengubah lanskap bisnis.
Mengusung temaDigital Marketing in the Age of AI, TFB 2026 menghadirkan berbagai insight dan perspektif terbaru bagi para pelaku bisnis untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar digital yang semakin didorong oleh teknologi AI.
Iwan Setiawan, COO of MCorp sekaligus salah satu penulis buku Marketing 7.0: A Guide for Thinking Marketeers in The Age of AI(Wiley, 2026), membuka acara dengan menyoroti perubahan fundamental perilaku konsumen. Setelah era Search pada 2000-an dan era Social pada 2010-an, kini Generative AI mulai menjadi pintu masuk utama konsumen dalam mencari informasi dan rekomendasi produk.
"Orang mulai memanfaatkan satu komponen baru dalam mencari informasi, yaitugenerativeAI. Ini adalahconsumer behavioryang trennya semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir," ujarIwan.
Iwan menegaskan bahwa strategi digital marketing perlu berevolusi dari SEO dan SMO menuju GEO (Generative Engine Optimization), agar brand lebih mudah ditemukan dan direkomendasikan oleh AI. Untuk itu, brand masa kini harus menjadi AI-Friendly dengan memenuhi tiga kriteria: Available (mudah ditemukan oleh AI), Authoritative (mudah dipercaya), dan Articulate (mudah dipahami).
Sesi pembuka turut menghadirkan Puput Widha Ardhana, VP Shared Services Human Capital PT Pertamina (Persero), yang menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia di era AI. Puput memaparkan empat tantangan utama yang dihadapi perusahaan: AI literacy gap, change resistance, competency mismatch, dan leadership readiness.
"Tantangan terbesar yang kami hadapi bukan pada teknologinya, melainkan pada manusianya. Itulah mengapa kami membangun SS School, karena pada akhirnya,it\'s not the plane, it\'s the pilot," ujarPuput.
Sesi siang menghadirkan tiga breakout track yang berjalan paralel dengan 18 pembicara dari perusahaan lintas industri, membahas sembilan tema mulai dari omnichannel marketing, social media, database marketing, influencer marketing, hingga marketing to Gen Z.
Melengkapi rangkaian TFB 2026, Marketeers turut menggelarMarketeers OMNI Brands of the Yearuntuk kedelapan kalinya, sebagai apresiasi bagi merek yang sukses menerapkan pendekatan omnichannel marketing dan transformasi digital secara konsisten.
Marketeers Tech for Business 2026 dihadiri lebih dari 650 partisipan dari berbagai industri, mulai dari C-Level executives, marketing managers,hingga para profesional teknologi dan transformasi digital.
#digital-marketing #ai-friendly #marketeers-tech-for-business #transformasi-digital #strategi-digital-marketing #generative-ai #consumer-behavior #geo-optimization #ai-literacy-gap #omnichannel-marketi