Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin

Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin

Mantan Menteri Perdagangan periode 2011–2014 Gita Wirjawan mendesak orientasi kepemimpinan nasional ditata ulang yakni harus berhenti pada elektabilitas dan popularitas.... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 25/06/26 14:12 259663

TEGAL - Mantan Menteri Perdagangan periode 2011–2014 Gita Wirjawan mendesak orientasi kepemimpinan nasional ditata ulang yakni harus berhenti pada elektabilitas dan popularitas. Selanjutnya bergeser pada ukuran yang lebih menentukan yakni integritas, kapabilitas, dan etikabilitas.

Gita menyampaikan desakan itu dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kampus Tegal yang mengangkat tema "What It Takes: Asia Tenggara, dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global".

Dia menegaskan Indonesia sebenarnya memegang modal yang lebih dari cukup untuk memimpin kawasan. Persoalannya, modal itu tidak akan berarti tanpa keberanian.

"Untuk jadi bangsa dan wilayah yang diperhitungkan di ASEAN, kita punya begitu banyak modalitas. Wilayah yang luas, penduduk dalam jumlah besar, sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan kebhinekaan," ujarnya Kamis (25/6/2026).

"Yang diperlukan adalah keberanian menerobos batas, keberanian tampil sebagai bangsa beradab. Syaratnya, kita berani mengikuti jejak bangsa-bangsa yang kuat yang mengedepankan kekuatan moral, intelektual, etika, kapasitas kognisi, dan kemampuan membangun narasi," lanjutnya.

Dari modal yang melimpah itu, Gita menyoroti titik yang menurutnya justru kerap diabaikan yaitu cara bangsa ini memilih pemimpin. Dia menilai obsesi pada angka survei telah menggeser ukuran kepemimpinan dari hal yang semestinya menentukan hingga mendesak reorientasi menyeluruh.

"Kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang. Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas," katanya.

Dia menawarkan satu jalan keluar konkret dari apa yang dia sebut jebakan sensasionalitas yakni membenahi pendidikan yang dimulai dari nasib guru.

"Salah satu cara keluar dari jebakan sensasionalitas dewasa ini dengan investasi secara agresif untuk memperbaiki mutu pendidikan kita. Gaji guru harus diperbaiki secara revolusioner. Tempatkan profesi guru sebagai profesi yang sangat dihargai agar putra-putri bangsa terbaik masuk berbondong-bondong berebut menjadi guru," ujarnya.

Pembenahan pendidikan itu bermuara pada generasi muda yang dia tempatkan sebagai penentu arah kawasan. Anak muda tidak cukup menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta inovasi.

"Generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas. Mereka harus siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan," tegasnya.

Rektor UHN Sudirman Said menilai persoalan bangsa ini bukan terletak pada kelangkaan modal, melainkan pada minimnya keberanian berpikir besar dan kejujuran menilai kepemimpinan sendiri.

"Bangsa ini tidak kekurangan modal. Yang sering hilang justru keberanian berpikir jauh ke depan dan kejujuran menilai kualitas kepemimpinan kita sendiri," ujar Sudirman.

Dia mengajak audiens belajar dari Singapura yang melompat dari negara dunia ketiga ke dunia kesatu dalam waktu 40 tahun sembari mengutip pesan yang berulang dia dengar dari Gita.

"Selalu ingat pesan dari Pak Gita Wirjawan mengenai betapa krusialnya melakukan investasi besar dalam dunia pendidikan. Sangat disayangkan jika potensi melimpah yang dimiliki Indonesia saat ini tidak memunculkan pikiran-pikiran besar yang dieksekusi nyata," katanya.
(jon)

#gita-wirjawan #pemimpin #menjaga-integritas #kepemimpinan

https://nasional.sindonews.com/read/1721415/12/gita-wirjawan-integritas-harus-jadi-prioritas-memilih-pemimpin-1782371171