Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan gempa bumi telah menewaskan 164 orang dan melukai 971 orang. Gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 Skala... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 25/06/26 19:27 259995
CARACAS - Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan gempa bumi telah menewaskan 164 orang dan melukai 971 orang. Gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 Skala Richter (SR) pada Rabu malam (24/6/2026) termasuk yang terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari seabad dan dapat dirasakan di seluruh wilayah.Televisi pemerintah menayangkan tiga anak, tertutup debu tetapi masih hidup, ditarik dari reruntuhan di negara bagian La Guaira.
Wilayah itu digambarkan Rodríguez sebagai "zona bencana" dan salah satu daerah yang paling parah terkena gempa karena banyaknya bangunan yang runtuh.
Warga setempat, Roberto Gamas mengatakan dia berhasil melarikan diri dari gedungnya saat gempa mengguncang Venezuela.
“Gedung itu bergoyang dari sisi ke sisi. Sungguh luar biasa,” katanya kepada Al Jazeera. “Untungnya, tidak banyak orang di gedung itu. Bisakah Anda bayangkan kepanikan orang-orang yang mencoba keluar?”
Tim penyelamat memanjat dalam kegelapan melewati bangunan-bangunan yang rata dengan tanah untuk mencari korban selamat dan menarik mereka dari bawah reruntuhan.
Gempa 7,5 skala Richter itu adalah yang terkuat sejak 29 Oktober 1900 ketika gempa berkekuatan 7,7 skala Richter melanda lepas pantai.
Sementara itu, Kepala badan migrasi PBB, Amy Pope, mengatakan pihaknya sedang segera memobilisasi upaya untuk menilai kebutuhan ribuan orang yang terdampak gempa bumi.
“Berita yang memilukan dari Venezuela di mana dua gempa bumi dahsyat terjadi dalam beberapa saat. Banyak nyawa melayang, banyak yang terluka, dan komunitas terdampak,” tulisnya. “Dukungan internasional yang cepat sangat penting untuk merespons.”
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan pihaknya sedang mengaktifkan mekanisme respons untuk membantu merawat para korban gempa di Venezuela.
“Palang Merah Venezuela beroperasi dan merespons. Jaringan rumah sakit dan poliklinik di seluruh negeri tetap aktif dan terus memberikan perawatan,” katanya dalam pernyataan.
“Penilaian kerusakan masih bersifat pendahuluan, dan dampak penuh terhadap manusia belum diketahui, sementara gempa susulan yang kuat menimbulkan risiko tambahan bagi masyarakat yang terdampak dan tim yang merespons.”
Disebutkan bahwa kantor pusatnya mengalami “kerusakan kritis” dan organisasi tersebut saat ini sedang berupaya memastikan keberadaan seluruh stafnya.
Tim penyelamat dikerahkan untuk “melakukan evaluasi cepat di daerah yang paling terdampak sambil memobilisasi pasokan bantuan yang telah disiapkan sebelumnya.”
(sya)