Khofifah Dorong Investasi Berkualitas di Jatim, Percepat Pengembangan Kawasan Industri
Gubernur Jatim Khofifah mendorong investasi berkualitas dengan fokus pada ketahanan pangan, daya saing, dan kesejahteraan untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
(Bisnis.Com) 26/06/26 14:44 260708
Bisnis.com, SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan percepatan investasi di Jawa Timur harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, peningkatan daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6/2026).
Menurut Khofifah, strategi tersebut perlu didukung percepatan penyelesaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan Investment Project Ready to Offer (IPRO), serta penyelesaian berbagai hambatan investasi.
“Penting percepatan penyelesaian LP2B, LBS, dan LSD, sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan IPRO, serta percepatan penyelesaian berbagai hambatan investasi sebagai bagian dari strategi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip Jumat (26/6/2026).
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan investasi merupakan salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus fondasi penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, di tengah meningkatnya dinamika dan ketidakpastian global, sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kondisi tersebut turut menopang kinerja ekonomi Jawa Timur yang pada triwulan I/2026 tumbuh 5,96% secara tahunan (year on year/yoy) dengan inflasi tetap terkendali.
Ibrahim menilai forum tersebut menjadi wadah koordinasi strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki diri. Jawa Timur memiliki modal tersebut. Tantangan kita ke depan adalah menghadirkan investasi yang semakin berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Ibrahim.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati mengatakan integrasi Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyiapkan proyek investasi yang siap ditawarkan (Investment Project Ready to Offer/IPRO), mempercepat pengembangan kawasan industri, serta meningkatkan daya saing investasi Jawa Timur.
Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Horas V. M. Tarihoran menambahkan perluasan akses pembiayaan melalui sektor jasa keuangan menjadi faktor penting untuk mendukung investasi, pengembangan UMKM, dan peningkatan inklusi keuangan di daerah.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M. Nashrul Wajdi mengatakan Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan basis data ekonomi yang lebih komprehensif sebagai landasan dalam mengidentifikasi potensi investasi, pembiayaan, serta arah pengembangan ekonomi daerah.
#investasi-jatim #khofifah-jatim #ketahanan-pangan-jatim #daya-saing-daerah #kesejahteraan-masyarakat-jatim #pertumbuhan-ekonomi-jatim #forum-investasi-jatim #lp2b-jatim #ipro-jatim #kawasan-industri-j