3,2 Juta Penumpang Pesawat Gagal Terbang Gegara Shutdown AS

3,2 Juta Penumpang Pesawat Gagal Terbang Gegara Shutdown AS

Shutdown pemerintah AS menyebabkan 3,2 juta penumpang pesawat terlantar akibat absennya petugas ATC, mengganggu ribuan penerbangan di berbagai bandara.

(Bisnis.Com) 04/11/25 09:48 26575

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 3,2 juta penumpang pesawat di Amerika Serikat (AS) terlantar akibat pembatalan sejumlah penerbangan. Kondisi ini terjadi karena absennya petugas pemandu lalu lintas udara (ATC) pada Senin (3/11/2025).

Melansir Reuters, absennya petugas ATC di bandara AS disebabkan kurangnya gaji akibat penutupan (shutdown) pemerintahan AS yang memasuki hari ke-34.

Badan Penerbangan Federal (FAA) menyampaikan bahwa penundaan berlaku untuk sekitar 2.900 penerbangan di Dallas dan Austin, serta dapat diberlakukan pula di Houston dan Washington mengingat panjangnya antrean.

Shutdown Pemerintah AS disebut membuat 13.000 petugas pemandu lalu lintas udara dan 50.000 petugas Badan Keamanan Transportasi (TSA) telah bekerja tanpa gaji dan mengganggu puluhan ribu penerbangan.

Menteri Perhubungan AS Sean Duffy sebelumnya memperingatkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan menutup sistem penerbangan AS jika shutdown membuat perjalanan menjadi terlalu berisiko.

"Jika kami pikir itu tidak aman, kami akan menutup seluruh wilayah udara dan tidak akan mengizinkan orang bepergian. Sekarang kami belum sampai di sana. Ini hanya penundaan besar-besaran," kata Duffy.

Sementara itu, FAA pada Jumat pekan lalu, mengatakan hampir setengah dari 30 bandara tersibuk di AS menghadapi kekurangan pemandu lalu lintas udara. Dampaknya, lebih dari 6.200 penerbangan ditunda dan 500 dibatalkan.

Pada Sabtu, terjadi 4.600 penundaan dan 173 penerbangan dibatalkan, sedangkan pada Minggu terjadi 5.800 penundaan dan 244 penerbangan dibatalkan.

Airlines for America menyatakan bahwa 16% penundaan disebabkan oleh kekurangan pegawai sepanjang Oktober. Alasan tersebut meningkat menjadi 79% pada dua hari pertama November, jauh lebih tinggi dibanding kisaran 5% pada situasi normal.

Sejumlah maskapai penerbangan telah menyampaikan kepada anggota parlemen AS terkait dampak gangguan terhadap operasional.

CEO United Airlines Scott Kirby mengatakan shutdown berdampak terhadap pemesanan tiket pesawat, lebih lagi dengan musim liburan yang semakin dekat.

Oleh karenanya, empat maskapai penerbangan terbesar dan Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Udara Nasional telah mendesak Kongres untuk segera mengesahkan regulasi pendanaan sementara agar pemerintah dapat kembali beroperasi.

Di samping risiko keselamatan penerbangan, shutdown disebut kian memperparah kekurangan petugas dan memperluas dampaknya, sebagaimana shutdown selama 35 hari pada 2019 silam.

Selain itu, FAA menyatakan jumlah petugas pemandu lalu lintas udara masih kurang 3.500 orang, sementara banyak yang telah bekerja lembur wajib hingga masuk enam hari dalam sepekan.

#shutdown-as #penumpang-pesawat-as #bandara-as #pembatalan-penerbangan #penutupan-bandara-as #shutdown-pemerintah-as #dampak-shutdown-as

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251104/620/1925917/32-juta-penumpang-pesawat-gagal-terbang-gegara-shutdown-as