Masuk Indeks MSCI Global, Bos BRMS Agoes Projosasmito Bidik Akuisisi Aset
BRMS masuk MSCI Global, Presiden Direktur Agoes Projosasmito berencana akuisisi aset untuk ekspansi. Saham BRMS naik 153,73% YtD, kapitalisasi Rp145,3 triliun.
(Bisnis.Com) 06/11/25 10:09 29397
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Agoes Projosasmito berambisi untuk melakukan akuisisi aset setelah perseroan masuk ke dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Seperti diberitakan Bisnis, saham BRMS baru saja masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Indexes. Hal itu terungkap dalam pengumuman resmi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 5 November 2025. BRMS masuk bersama dengan emiten panas bumi Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).
Masuknya saham BRMS dan BREN diikuti oleh keputusan MSCI untuk mengeluarkan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dari daftar indeks global tersebut.
Di lantai bursa, saham BRMS terpantau melaju kencang sepanjang tahun berjalan 2025. Saham BRMS melesat 153,73% secara year-to-date (YtD) ke posisi Rp1.020 per saham hingga akhir perdagangan kemarin. Sebulan terakhir, BRMS juga masih terapresiasi 4,08%.
Sejalan dengan lonjakan harga saham, BRMS tercatat memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp145,3 triliun dengan free float 36,45% atau setara dengan Rp52,9 triliun. Saham ini dinilai telah memenuhi ambang batas yang biasanya menjadi acuan masuk ke indeks MSCI.
Sehari sebelum pengumuman MSCI, Presiden Direktur BRMS Agoes Projosasmito mengatakan bahwa kepemilikan saham publik perseroan telah memperlihatkan likuiditas yang kuat di pasar.
“Paling kunci adalah floating shares kami yang benar-benar dimiliki publik secara independen sekitar 30%. Jadi ini besar, bukan kecil-kecilan,” pungkas Agoes saat ditemui di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, potensi BRMS masuk indeks MSCI akan menjadi motivasi untuk mempercepat ekspansi dan meningkatkan nilai perusahaan ke depan.
“Kalau sudah masuk [indeks MSCI], itu malah bikin saya makin enggak bisa tidur. Saya akan cari-cari, mana aset bagus yang bisa saya akuisisi,” ujarnya sambil berkelakar.
Sementara itu, Direktur BRMS Herwin Wahyu Hidayat menuturkan perseroan sejauh ini telah masuk ke sejumlah indeks utama di pasar modal Indonesia maupun global, mulai dari IDX 80, FTSE small cap, hingga MSCIsmall cap.
Namun, dia menyatakan fokus utama manajemen saat ini bukan semata-mata pada indeks, melainkan pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi target operasional dan keuangan yang telah disampaikan ke publik.
Dari sisi kinerja, BRMS meraih pendapatan sebesar US$184 juta sepanjang Januari – September 2025. Capaian tersebut meningkat 69,2% secara tahunan (year on year/YoY), serta sejalan dengan estimasi perusahaan dan konsensus.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#brms #msci-global #akuisisi-aset #saham-brms #indeks-msci #kapitalisasi-pasar-brms #brms-2025 #brms-saham #brms-kapitalisasi #brms-likuiditas #brms-ekspansi #brms-pendapatan #brms-pasar-modal #brms-id