Kronologi Pesawat Militer Turki C-130 Jatuh di Georgia
Pesawat militer Turki C-130 jatuh di Georgia dekat Azerbaijan, menewaskan 20 personel. Penyebab kecelakaan belum diketahui, pencarian korban masih berlangsung.
(Bisnis.Com) 12/11/25 09:28 35937
Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah pesawat militer Turki dengan sedikitnya 20 orang di dalamnya jatuh di Georgia dekat perbatasan dengan Azerbaijan, kata Kementerian Pertahanan Turki.
Dilansir dari Reuters, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan langsung mengenai jumlah korban atau penyebab kecelakaan yang melibatkan pesawat kargo C-130, yang lepas landas dari kota Ganja, Azerbaijan pada hari Selasa, 12 November 2025 waktu setempat.
Namun, baik Turki maupun Azerbaijan, yang merupakan sekutu dekat, telah mengindikasikan adanya korban jiwa.
Kementerian Pertahanan Turki mengatakan 20 personel Turki, termasuk awak pesawat, berada di pesawat C-130.
Akan tetapi tidak menyebutkan kemungkinan penumpang dari negara lain.
Media lokal mengatakan bahwa personel Azerbaijan juga bepergian dengan pesawat buatan Amerika Serikat itu, yang sedang dalam perjalanan kembali ke Turki ketika jatuh.
Rekaman dramatis yang diterbitkan oleh media Azerbaijan tampak memperlihatkan pesawat itu mengeluarkan gumpalan asap hitam tebal ke langit setelah menghantam tanah.
Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengatakan bahwa mitranya dari Georgia, Gela Geladze, tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 17.00 waktu setempat (14.00 GMT). Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, tambahnya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengatakan ia “sangat bersedih” atas kecelakaan tersebut, menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang tewas.
"Kami sangat terkejut dengan berita hilangnya nyawa tentara kami dalam kecelakaan yang terjadi di tanah Georgia," kata Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, menurut Kantor Berita Anadolu yang dikelola pemerintah Turki.
Pesawat itu jatuh di daerah Sighnaghi di wilayah Kakheti sekitar 5 km (3,1 mil) dari perbatasan Georgia-Azerbaijan, menteri dalam negeri Georgia mengonfirmasi.
Sementara itu, layanan kontrol lalu lintas udara Sakaeronavigatsia negara itu menyatakan bahwa pesawat tersebut menghilang dari radar tak lama setelah memasuki wilayah udara negara itu. Layanan tersebut tidak mengirimkan sinyal marabahaya apa pun sebelum kecelakaan, tambahnya.
Tom Barrack, duta besar AS untuk Turki, menyatakan dukungannya kepada keluarga korban, dengan mengatakan bahwa negaranya “bersolidaritas dengan sekutu Turki kami”.
Kronologi
Kemudian dilansir dari laporan Flight Radar, pesawat angkut, dengan kode panggilan TUAF543 , lepas landas dari Bandara Internasional Ganja (GNJ) di Azerbaijan pukul 10.19 UTC.
Setelah lepas landas, pesawat berbelok kiri dan akhirnya memposisikan diri di jalur timur laut, melewati Waduk Mingechevir di bawahnya.
Saat melewati ketinggian 15.000 kaki, pesawat berbelok lagi, kali ini ke arah barat laut sebelum akhirnya menetapkan arah ke barat, melewati perbatasan Georgia pukul 10.37 UTC.
Pesawat terus menanjak hingga mencapai ketinggian jelajah 24.000 kaki pada pukul 10.41 UTC.
Sinyal ADS-B terakhir yang diterima terjadi pada pukul 10:49:20 UTC. Data menunjukkan penurunan cepat pada detik-detik terakhir penerbangan yang terdokumentasi.
Rekaman video yang belum dikonfirmasi diduga menunjukkan pesawat tersebut berputar turun dari langit, di tengah asap putih.
Sebuah objek berukuran besar lain yang kemungkinan besar berasal dari pesawat tersebut terlihat jatuh ke tanah dari kejauhan.
#turki-pesawat-jatuh #pesawat-militer-turki #pesawat-c-130-jatuh #kecelakaan-pesawat-georgia #pesawat-c-130-turki #korban-pesawat-turki #pesawat-jatuh-azerbaijan #pesawat-militer-georgia #kronologi-pes