Kongo dan Kelompok Pemberontak M23 Sepakati Kerangka Perjanjian Damai di Qatar

Kongo dan Kelompok Pemberontak M23 Sepakati Kerangka Perjanjian Damai di Qatar

Pemerintah Kongo dan pemberontak M23 sepakat damai di Qatar, Sabtu (15/11/2025), untuk akhiri konflik di Kongo Timur. Kesepakatan ini didorong AS dan Qatar.

(Bisnis.Com) 15/11/25 21:34 39573

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Republik Demokratik Kongo dan kelompok pemberontak M23 menandatangani kerangka perjanjian damai pada Sabtu (15/11/2025) waktu setempat, untuk mengakhiri konflik bersenjata di Kongo Timur yang menewaskan ribuan orang dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi sepanjang tahun ini.

Dilansir dari Reuters, penandatanganan dilakukan oleh perwakilan kedua pihak dalam sebuah upacara resmi di Doha, Qatar.

Kesepakatan tersebut menjadi dokumen terbaru dari rangkaian upaya diplomasi yang dalam beberapa bulan terakhir, didorong oleh Amerika Serikat (AS) dan Qatar, untuk menghentikan konflik berkepanjangan di Kongo. Pertempuran di wilayah timur negara itu berulang kali memicu kekhawatiran akan meluasnya perang menjadi konflik regional besar.

Pejabat AS dan Qatar menyebut kerangka tersebut sebagai langkah penting menuju perdamaian, meskipun masih banyak proses yang harus dijalani.

Utusan utama AS untuk kawasan tersebut, Massad Boulos, mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan kerangka itu mencakup delapan protokol. Namun, enam di antaranya masih membutuhkan kesepakatan teknis terkait cara implementasinya.

Boulos turut mengakui bahwa implementasi dua protokol yang sudah disepakati dalam beberapa bulan terakhir, yakni pertukaran tahanan dan pemantauan gencatan senjata, masih berjalan lambat.

"Ya, prosesnya memang sedikit lambat di beberapa minggu pertama. Banyak pihak berharap bisa melihat hasil cepat di lapangan, tetapi ini adalah proses panjang … Bukan saklar lampu yang bisa dinyalakan dan dimatikan begitu saja," ujar Boulos, Sabtu (15/11/2025), dilansir dari Reuters.

Kelompok M23, dalam serangkaian aksi yang diduga mendapat dukungan dari Rwanda, merebut Goma, kota terbesar di Kongo Timur pada Januari 2025. Mereka kemudian memperluas wilayah kendali di Provinsi North Kivu dan South Kivu.

Rwanda telah lama membantah tuduhan bahwa mereka membantu M23, meski kelompok ini menguasai wilayah lebih luas dibanding periode mana pun sebelumnya.

M23 merupakan kelompok pemberontak yang melawan pasukan Kongo sejak 2022. Nama itu mengacu pada perjanjian 23 Maret 2009 yang mengakhiri pemberontakan oleh suku Tutsi di Kongo Timur.

Konflik di Congo Tetap Berlanjut meski Negosiasi Sudah Dimulai

Kekerasan di Kongo terus berlanjut meskipun proses diplomasi dilakukan di Washington dan Doha. Pada Jumat (14/11/2025), pejabat lokal melaporkan 28 warga tewas akibat serangan militan yang berafiliasi dengan ISIS di wilayah timur North Kivu.

Qatar telah menjadi tuan rumah beberapa putaran pembicaraan langsung antara pemerintah Kongo dan pihak pemberontak sejak April 2025, walau sebagian besar masih fokus pada prasyarat dan langkah membangun kepercayaan.

Pada Juli 2025, kedua pihak merumuskan deklarasi prinsip dasar, tetapi banyak isu kunci penyebab konflik tetap belum terselesaikan. Sementara itu pada Oktober 2025, kesepakatan terkait mekanisme pemantauan gencatan senjata berhasil dicapai.

Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulaziz Al-Khulaifi, menyatakan bahwa kesepakatan terbaru ini membawa kedua pihak menuju jalan yang lebih jelas menuju perdamaian di Kongo.

"Perdamaian tidak dapat dipaksakan dengan kekuatan. Perdamaian dibangun melalui kepercayaan, saling menghormati, dan komitmen yang tulus," ujarnya.

#kongo-damai #m23-pemberontak #perjanjian-damai #konflik-kongo #kongo-timur #qatar-diplomasi #amerika-serikat-kongo #protokol-damai #pertukaran-tahanan #pemantauan-gencatan-senjata #goma-kongo #rwanda

https://kabar24.bisnis.com/read/20251115/19/1929110/kongo-dan-kelompok-pemberontak-m23-sepakati-kerangka-perjanjian-damai-di-qatar