Erupsi Gunung Semeru: Aktivitas Bandara Juanda Tetap Normal

Erupsi Gunung Semeru: Aktivitas Bandara Juanda Tetap Normal

Erupsi Gunung Semeru hingga saat ini dilaporkan tidak mempengaruhi aktivitas di Bandara Juanda.

(Bisnis.Com) 20/11/25 02:01 43908

Bisnis.com, SURABAYA – Aktivitas penerbangan maskapai pesawat terbang di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur masih beroperasi normal, walau Gunung Semeru telah memuntahkan Awan Panas Guguran (APG).

Diketahui, gunung yang terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jatim, tersebut mengalami erupsi, Rabu (19/11/2025), sekitar pukul 14.13 WIB.

"Penerbangan Bandara Juanda saat ini masih beroperasi normal," terang General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir saat dikonfirmasi, Rabu (19/11/2025) malam.

Meski demikian, Tohir menegaskan pihak otoritas Bandara Juanda tetap rutin berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kebijakan terkait. Langkah-langkah antisipatif telah dipersiapkan apabila datangnya debu vulkanik yang dapat mengganggu penerbangan.

"Namun, kami tetap berkoordinasi intens dengan BMKG, Airnav, dan maskapai, untuk tetap antisipasi apabila arah debu bergerak menuju bandara," tegasnya.

Diketahui, Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi, Rabu (19/11/2025) siang. Awan panas yang dikeluarkan bahkan mencapai jarak luncur sejauh lebih dari 13 kilometer dan telah tercium aroma belerang menyengat yang berbahaya bagi pernapasan di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan Gunung Semeru mulai mengalami peningkatan aktivitas signifikan pukul 14.13 WIB.

“Telah terjadi Awan Panas Guguran (APG) pada Gunung Api Semeru, Kabupaten Lumajang. Pada pukul 17.00 WIB, kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari level III (Siaga) ke level IV (Awas),” ucap Satriyo, Rabu (19/11/2025) malam.

Satriyo menerangkan awan panas terpantau telah berlangsung hingga pukul 18.11 WIB, dengan amplitudo maksimum 34 mm dengan jarak luncur sepanjang lebih dari 13 kilometer, yang mengarah ke daerah Besuk Kobokan, yang terletak di sisi tenggara selatan Semeru.

“Pada pukul 19.56 WIB, getaran banjir sudah tidak terekam. Walau erupsi berakhir, tetapi status Awas tetap diberlakukan. Kegiatan Pendakian Gunung Semeru (Ranu Kumbolo) ditutup sementara," bebernya.

Dia juga menjelaskan secara visual kondisi cuaca di sekitar Gunung Semeru terpantau berawan. Adapun Bupati Lumajang, Indah Amperawati telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari lamanya, yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025.

Saat ini, Pusdalops PB BPBD Provinsi Jatim melanjutkan koordinasi dengan PPGA Semeru dan BPBD Kabupaten Lumajang untuk memantau perkembangan terkini atas aktivitas Gunung Api Semeru.

Warga setempat yang tinggal di sekitar lereng Semeru telah dievakuasi menuju posko-posko yang terdapat di Balai Desa Oro-Oro Ombo, Balai Desa Penanggal, SDN 04 Supiturang, SDN 02 Sumberurip, Masjid Ar-Rahmah Desa Oro-Oro Ombo, Kantor Kecamatan Candipuro, dan Rumah Kepala Desa Sumbermujur.

“Data sementara, total jumlah pengungsi 1.156 jiwa. Aroma belerang di lokasi setempat menyebabkan gangguan kenyamanan dan pernapasan bagi warga setempat. Sebagian wilayah Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo ditutupi oleh hujan abu vulkanik, sehingga mengganggu aktivitas warga,” jelas Satriyo.

#erupsi-gunung-semeru #aktivitas-bandara-juanda #bandara-juanda-normal #gunung-semeru-erupsi #awan-panas-guguran #penerbangan-bandara-juanda #debu-vulkanik-semeru #koordinasi-bandara-juanda #status-awa

https://surabaya.bisnis.com/read/20251120/531/1930209/erupsi-gunung-semeru-aktivitas-bandara-juanda-tetap-normal