Harga Batu Bara China Melambung Terdorong Cuaca Buruk dan Pengawasan
Harga batu bara China naik akibat cuaca buruk dan regulasi ketat pemerintah untuk mencegah kecelakaan dan mengurangi kelebihan produksi.
(Bisnis.Com) 16/10/25 14:29 5568
Bisnis.com, JAKARTA — Harga batu baraChina merangkak naik seiring cuaca yang semakin tidak menentu dan pemerintah memperluas pengawasannya terhadap tambang-tambang dalam upaya mencegah kecelakaan dan mengekang kelebihan produksi.
Menurut Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China, harga acuan batu bara termal di pelabuhan Qinhuangdao naik menjadi 723 yuan (US$101) per ton, Rabu (15/10/2025).
Harga tersebut telah mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir, yaitu 610 yuan per ton pada Juni 2025, akibat kelebihan pasokan besar-besaran yang dirancang untuk diatasi oleh kampanye anti-involusi Beijing.
Meskipun pasar bahan bakar andalan China masih lemah dibandingkan standar historis, pengawasan pemerintah menjadi batu sandungan baru untuk harga.
"Upaya \'anti-involusi\' pemerintah untuk mengurangi kelebihan kapasitas dengan langkah-langkah seperti pemeriksaan keselamatan dapat menjadi norma [baru]," kata Bloomberg Intelligence dalam sebuah catatan, dilansir dari Bloomberg, Kamis (16/10/2025).
Sidang Pleno Keempat di Beijing minggu depan telah menempatkan sektor ini dalam siaga tinggi untuk menghindari insiden yang dapat mengganggu pertemuan kebijakan.
Selain itu, pemerintah telah menginstruksikan para inspektur tingkat tinggi untuk memperkuat upaya meningkatkan praktik keselamatan pertambangan di seluruh industri.
Shanxi, provinsi teratas produsen batu bara di China, mendapat perhatian khusus dalam pemberitahuan resmi tersebut karena catatan keselamatannya yang mengkhawatirkan.
Selain itu, Li Xuegang, seorang analis di Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China mengatakan Shanxi dan Shaanxi, dua pusat produksi batu bara China sudah berjuang menghadapi banjir yang kemungkinan akan mengurangi pasokan dalam beberapa bulan mendatang. Impor juga bisa melambat, mengingat pengisian stok untuk musim dingin hampir selesai.
Ketatnya pasokan ini diimbangi oleh melimpahnya tenaga air yang disebabkan oleh hujan lebat, yang kemungkinan akan mengurangi kebutuhan batu bara. Perekonomian yang melambat juga membatasi konsumsi bahan bakar tersebut.
Iklim yang tidak menentu sangat memengaruhi sisi permintaan. Suhu yang luar biasa tinggi di China bagian tengah dan timur telah membuat AC tetap menyala, sementara hujan dingin di utara telah memaksa beberapa kota untuk menyalakan pemanas sekitar sebulan lebih awal dari biasanya. Keduanya diperkirakan akan mengakibatkan peningkatan penggunaan batu bara.
Berbagai faktor tersebut membuat pasar cenderung lebih condong ke arah kenaikan harga, tetapi menilai level harga menjadi semakin sulit.
"Kami memperkirakan kenaikan tipis, tetapi berapa tepatnya harganya? Anda akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda," kata Li.
#harga-batu-bara #batu-bara-china #cuaca-buruk #regulasi-tambang #harga-acuan-batu-bara #qinhuangdao #kelebihan-pasokan #anti-involusi #keselamatan-pertambangan #shanxi-produksi-batu-bara #banjir-shanx