Telkom (TLKM) Ungkap Progres Spin-Off Infranexia, The Next Telkomsel
Telkom Indonesia (TLKM) telah menyelesaikan 60% spin-off aset ke Infranexia, yang diharapkan selesai pada semester I/2026.
(Bisnis.Com) 02/12/25 21:29 58615
Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyebut langkah pemindahan aset infrastruktur ke Infranexia fase pertama sudah mencapai 60%.
Direktur Strategic Business Development & Portofolio Telkom, Seno Soemadji, optimistis sisa proses spin off aset akan rampung pada semester I/2026.
"Fase satu, sudah 60% dari aset Telkom ke Infranexia. Harapannya, di semester I/2026 bisa selesaikan sisanya," kata Seno dalam acara Business Update Strategy TLKM, dikutip Selasa (2/12/2025).
Dia menjelaskan Infranexia adalah brand dari PT Telkom Infrastruktur Indonesia yang fokus menyediakan jaringan dan layanan telekomunikasi melalui skema network sharing. Melalui perusahaan, aset-aset Telkom yang belum terutilisasi dengan maksimal akan dibuka untuk dipakai oleh perusahaan telekomunikasi lain.
Telkom, lanjutnya, telah menyiapkan Infranexia sebagai identitas baru dari bisnis pemilik dan pengelola aset fiber optik yang sebelumnya ada dalam struktur Telkom. Persiapan ini meliputi pemisahan aset secara legal, pengamanan aspek finansial, serta tata kelola yang menarik bagi investor jangka panjang.
Dia menuturkan transformasi ini mempertegas visi Telkom menjadikan Infranexia bukan sekadar wadah asset passive, namun satu platform pertumbuhan dan inovasi besar yang mendukung roadmap digitalisasi dan nilai tambah jangka panjang bagi Telkom Group.
Seno menuturkan setelah pemisahan tersebut tuntas, TLKM akan menentukan langkah selanjutnya yakni bisa melantai di Bursa melalui mekanisme penawaran perdana saham (IPO) atau dengan menggandeng mitra strategis.
"Ini [Infranexia] bisa menjadi \'The Next Telkomsel\' karena nilainya yang tinggi dan potensi bisnis yang sedang dipersiapkan," ujarnya.
Ke depannya, Infranexia diproyeksi menjadi mesin uang baru TLKM, berkat gross asset lebih dari Rp130 triliun yang siap dimonetisasi dan diekspansi untuk penopang ekonomi digital Tanah Air.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Jumat (31/10/2025), sepanjang Januari-September 2025, TLKM mengantongi pendapatan Rp109,61 triliun atau turun 2,31% year-on-year (YoY) dari pendapatan 9 bulan 2024 sebesar Rp112,22 triliun.
Pendapatan itu berasal dari segmen data, internet, dan IT service Rp64,8 triliun, IndiHome Rp19,73 triliun, interkoneksi Rp7,1 triliun, SMS, fixed, dan cellular voice Rp6,7 triliun, serta jaringan dan jasa telekomunikasi lainnya Rp11,27 triliun.
Dua segmen pendapatan TLKM tumbuh negatif pada periode tersebut. Segmen legasi turun 15%, sedangkan pendapatan dari data, internet, dan IT service melemah 4,6% dari Rp67,9 triliun pada Januari-September 2024.
Pada saat yang sama, TLKM mencatat beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi sebesar Rp30,28 triliun, beban penyusutan dan amortisasi Rp25,06 triliun, beban karyawan Rp11,9 triliun, beban interkoneksi Rp5,66 triliun, beban umum dan administrasi Rp5 triliun, serta beban pemasaran Rp2,37 triliun.
Selain itu, TLKM juga membukukan kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi Rp360 miliar dari sebelumnya Rp476 miliar.
#telkom-spin-off #infranexia-telkom #aset-infranexia #telkom-infrastruktur #next-telkomsel #spin-off-aset-telkom #infranexia-network #telkom-fiber-optik #infranexia-ipo