Bos Freeport Ungkap Kondisi Terakhir Smelter Gresik: Tak Ada PHK Karyawan

Bos Freeport Ungkap Kondisi Terakhir Smelter Gresik: Tak Ada PHK Karyawan

Bos Freeport menjelaskan kondisi terkini smelter di JIIPE, Gresik, Jawa Timur, yang belum beroperasi karena pasokan konsentrat terhenti.

(Bisnis Tempo) 10/12/25 14:33 67748

PRESIDEN Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas membeberkan kondisi terkini smelter di kawasan Java Integrated and Industrial Estate Pulau Jawa (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. Walaupun hingga saat ini smelter belum beroperasi karena pasokan konsentrat terhenti, kata dia, para karyawan tetap bekerja hingga operasional kembali pulih pada April 2026.

"Tetapi tidak ada karyawan yang kami lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Jadwal kerja diatur ulang dan hanya jumlah tenaga kontraktor yang berkurang, karena belum masuk tahap operasi penuh," kata Tony di Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 9 Desember 2025, seperti dikutip dari Antara.

Adapun penghentian sementara produksi dilakukan menyusul terputusnya suplai konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Papua. Hal ini karena longsor lumpur bijih basah yang terjadi pada 8 September 2025 lalu.

Akibatnya, tingkat produksi PTFI jeblok hingga 30 persen atau 65 ribu-70 ribu ton per hari, jauh di bawah kapasitas normal 200 ribu ton. "Kami perkirakan Maret 2026 mulai menambang lagi. Jika itu tercapai, konsentrat bisa dikirim ke smelter pada April, sehingga fasilitas dapat beroperasi kembali," ujar Tony.

Ia menjelaskan, sepanjang belum ada pasokan konsentrat, tim di Gresik berfokus pada pemeliharaan rutin untuk memastikan kesiapan teknis saat smelter beroperasi lagi.

Sebelum pasokan terputus, tingkat kenaikan kapasitas produksi (rate up) smelter telah mencapai 70-80 persen dan diperkirakan mencapai 100 persen jika operasi tidak terhenti. "Heating up, maintenance, dan penetralan area tetap kami lakukan agar ketika konsentrat masuk, smelter bisa langsung dijalankan meski secara bertahap," tutur Tony.

Sementara itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas ikut meninjau perkembangan smelter untuk memastikan proyek hilirisasi mineral tetap sesuai agenda pemerintah. Saat ini smelter PTFI di Gresik menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja, yang terdiri atas 1.200 kontraktor dan 800 karyawan.

Selama masa konstruksi, proyek tersebut telah melibatkan sekitar 40.000 tenaga kerja konstruksi secara kumulatif. Adapun dua tambang bawah tanah lain yang tidak terdampak longsor, yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan telah kembali beroperasi meski belum mencapai kapasitas penuh.

Manajemen menargetkan pemulihan GBC rampung pada Maret-April 2026. Hal ini juga menjadi kunci normalisasi pasokan konsentrat dan keberlanjutan operasional smelter.

Sebelumnya, Tony menargetkan blok tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan Grasberg, Papua Tengah, mulai berproduksi pada 2029. Proyek ini mundur satu tahun dari rencana awal akibat insiden longsoran material basah di Grasberg Block Cave pada 8 September 2025.

“Blok Kucing Liar awalnya direncanakan berproduksi pada 2028. Namun perkembangan terakhir menunjukkan jadwalnya bergeser menjadi 2029,” kata Direktur Utama Freeport Indonesia, Tony Wenas, dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Senin, 24 November 2025.

Kucing Liar akan menjadi tambang bawah tanah keempat yang dioperasikan Freeport setelah Grasberg Block Cave, Deep Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan. Tony mengatakan saat ini pembangunan tambang Kucing Liar masih berlangsung.

Ia menambahkan pembangunan blok baru itu merupakan bagian dari transisi penuh ke tambang bawah tanah sejak operasi tambang terbuka Grasberg dihentikan. Tony Wenas menyebut cadangan tambang bawah tanah Freeport saat ini mencapai 1,3 miliar ton bijih yang dapat ditambang hingga 2052.

#freeport #smelter #phk

https://tempo.co/ekonomi/bos-freeport-ungkap-kondisi-terakhir-smelter-gresik-tak-ada-phk-karyawan-2097659