Dino Patti Djalal Sebut Langkah RI Gabung Dewan Perdamaian jadi Pilihan Paling Realistis
Dino Patti Djalal menilai langkah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian sebagai pilihan realistis meski berisiko, dengan tujuan utama mendukung kemerdekaan Palestina.
(Bisnis.Com) 05/02/26 08:55 126318
Bisnis.com, JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai pembahasan terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) masih terus berjalan dan belum mencapai kesimpulan final.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto yang memanggil mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI dalam forum bersama para tokoh diplomasi, akademisi, praktisi, serta pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menanggapi pertanyaan soal iuran Indonesia ke BOP, Dino menegaskan pembahasan tersebut memang telah dibicarakan, namun belum dapat disimpulkan.
“Itu dibahas, ya itu dibahas. Dan saya tidak punya wewenang untuk menyatakan kesimpulannya, tapi dibahas apa pandangan Beliau mengenai hal ini. Juga tadi ada konfirmasi ini bukan dari porsi apa gitu, tapi juga ditekankan bahwa this is still in progress, masih dalam pembahasan. Itu yang paling jauh saya bisa katakan karena saya tidak punya otoritas,” ujar Dino.
Terkait pandangannya yang menyebut BOP sebagai sebuah “eksperimen”, Dino menjelaskan bahwa langkah tersebut mengandung risiko tinggi karena banyak faktor yang memengaruhi keberhasilannya.
“Ini eksperimen dalam arti ini suatu formula di mana orang enggak tahu ini akan sukses atau enggak. Risiko gagal tinggi loh, karena berbagai faktor. Bisa faktor Trump-nya, faktor Amerika-nya, faktor Israel-nya, faktor lapangannya, faktor Hamas-nya, dan lain sebagainya.”
Meski berisiko, menurut Dino, BOP saat ini menjadi satu-satunya jalur yang tersedia.
“Risiko tinggi karena enggak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Jadi saya katakan ini suatu eksperimen dan eksperimen yang penting, karena apa? Ini satu-satunya the game in town pada saat ini. Tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain.”
Dino juga mengingatkan adanya risiko BOP berpotensi melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, dia menekankan pentingnya menjaga BOP tetap berada dalam mandat PBB.
“Nah, ini itu salah satu risikonya. Ini kan risiko yang kita lihat, ya, PBB membentuk BOP. Tapi apakah BOP ini—makanya tadi saya bilang eksperimen—arahnya ke mana?” jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa meskipun Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tetap berperan, perannya lebih bersifat mendorong solusi dua negara (two state solution).
“Tapi kan di sini OKI tidak berperan, OKI berperan di belakang sebagai pihak yang mendorong adanya two-state solution dan lain sebagainya.”
Menurut Dino, kredibilitas BOP terletak pada mandat Dewan Keamanan PBB, termasuk dalam konteks pengiriman pasukan perdamaian.
“Nah tadi memang disampaikan bahwa yang membuat BOP itu relevan dan kredibel itu adalah karena dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB. … Kita harus menjaga agar BOP ini tetap dalam koridor PBB, jadi tidak keluar dari mandatnya. Karena kita ikut dalam BOP karena ada mandat PBB, termasuk juga nanti pengiriman pasukan perdamaian.”
Saat ditanya sikap pribadinya terkait dukungan Indonesia masuk ke BOP, Dino menegaskan posisinya sejak awal.
“Posisi saya sudah jelas dari awal. Posisi saya adalah Indonesia masuk dalam BOP tapi dengan memahami risiko-risiko yang ada. Dan kedua, kita memegang opsi untuk keluar. Tadi juga disampaikan Presiden, kita selalu pegang opsi keluar. Dan ketiga, syarat yang paling penting: tujuan dari semua ini Palestina merdeka.”
Dia menekankan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia harus bersikap pragmatis dan realistis.
“Untuk itu apa? Kita harus berpolitik, kita harus berdiplomasi, kita harus melobi, kita harus berdebat, dan kita harus pragmatis dan realistis. itu yg saya tekankam, tadi kita sudah mendengar penjelasan presiden bahwa Indonesia harus pragmatis dan realistis.”
Dino menutup dengan menegaskan bahwa perjalanan BOP masih panjang dan berharap tujuan utama dapat tercapai.
“Jadi kita lihat, ini baru berapa hari kan BOP ya, jadi jalan masih panjang. Kita doakan tujuan paling utamanya yaitu two-state solution, Palestina merdeka itu bisa tercapai,” pungkasnya.
#indonesia-dewan-perdamaian #dino-patti-djalal #board-of-peace #bop-indonesia #risiko-bop #pbb-bop #indonesia-pragmatis #indonesia-realistis #palestina-merdeka #solusi-dua-negara #dewan-keamanan-pbb #p