Pasar Ponsel China Anjlok 23 Persen di Awal 2026, tapi Penjualan iPhone 17 Justru Meroket
Pasar telepon seluler pintar di China mengalami kontraksi tajam sebesar 23 persen secara tahunan pada Januari 2026. Menariknya, Apple justru berhasil mencatatkan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 16/02/26 12:01 137949
BEIJING - Pasar telepon seluler pintar di China mengalami kontraksi tajam sebesar 23 persen secara tahunan pada Januari 2026. Menariknya, Apple justru berhasil mencatatkan pertumbuhan sendirian di saat merek-merek raksasa lokal terpuruk.Data terbaru dari Counterpoint Research mengungkap anomali besar di pasar ponsel terbesar dunia.
Penurunan tajam sebesar 23 persen pada Januari 2026 dipicu oleh basis penjualan yang sangat tinggi pada Januari 2025 serta pergeseran waktu promosi Tahun Baru Imlek.
Maka, saat ini pasar sedang mengalami normalisasi setelah periode subsidi besar-besaran tahun lalu, ditambah sentimen konsumen yang cenderung tertahan.
Di tengah badai kelesuan tersebut, Apple menjadi satu-satunya merek utama yang mampu melawan arus.
Perusahaan asal Cupertino ini mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 8 persen secara tahunan (year-on-year) berkat momentum kuat seri iPhone 17.
Keberhasilan ini mengerek pangsa pasar Apple di China hingga menyentuh angka sekitar seperlima dari total pasar, sekaligus menempatkannya di posisi puncak berbagi tempat dengan Huawei.
Huawei dan Xiaomi Terseok-seok
Kontras dengan Apple, pabrikan domestik China justru menderita penurunan dua digit.Huawei, yang selama ini memimpin pasar, mencatat penurunan penjualan hingga 27 persen secara tahunan.
Kondisi yang lebih parah dialami oleh Xiaomi, yang penjualannya anjlok paling dalam sebesar 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Keberhasilan Apple bukan tanpa alasan teknis. Riset menunjukkan bahwa iPhone 17 varian standar kini memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi pemerintah China.
Langkah ini secara drastis meningkatkan daya tarik nilai banding harga (value-for-money) di mata konsumen lokal, yang kemudian mendongkrak penjualan sebesar 9 persen secara bulanan (month-on-month).
"Apple menonjol sebagai satu-satunya merek besar yang mencapai pertumbuhan tahun-ke-tahun, dan pangsa pasarnya mencapai level tertinggi di bulan Januari dalam lima tahun terakhir," tulis para peneliti Counterpoint.
Menariknya, pertumbuhan Apple diraih tanpa adanya diskon besar atau pemotongan harga yang signifikan untuk seri iPhone 17 sejauh ini.
Hal ini memberikan ruang bagi Apple untuk optimalisasi margin di masa depan. Sebaliknya, merek-merek lokal yang tahun lalu sangat bergantung pada subsidi untuk perangkat murah kini harus berjuang keras di tengah sentimen konsumen yang lesu.
Kondisi pasar di sisa kuartal pertama 2026 diperkirakan akan tetap kompetitif. Merek-merek lain baru akan memasuki fase promosi paling intensif pada festival Tahun Baru Imlek bulan Februari ini sebagai pusat belanja musiman.
Namun, dengan penguasaan pasar Apple yang mencapai puncaknya di bulan Januari, tantangan bagi pabrikan lokal untuk merebut kembali loyalitas konsumen kelas menengah atas menjadi semakin berat.
(dan)