Pasokan Terhambat, Harga Cabai Rawit di Jayapura Tembus Rp 150.000

Pasokan Terhambat, Harga Cabai Rawit di Jayapura Tembus Rp 150.000

Harga cabai rawit di Jayapura melonjak drastis hingga Rp150 ribu/kg pasca-Idulfitri. Pasokan lokal minim dan distribusi terhambat banjir jadi penyebab utama.

(Kompas.com) 27/03/26 18:25 174738

JAYAPURA, KOMPAS.com – Harga komoditas cabai rawit di pasar tradisional Kota Jayapura kian tak terkendali pasca-hari raya Idulfitri.

Di Pasar Sentral Hamadi, harga salah satu bumbu dapur utama ini terpantau melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram.

Lonjakan harga yang signifikan ini diduga kuat dipicu oleh terhambatnya pasokan dari petani lokal serta terputusnya rantai distribusi dari luar wilayah Papua akibat faktor cuaca.

KOMPAS.COM/PANDAWA BORNIAT Ilustrasi Cabai rawit.

Kenaikan harga yang drastis ini merupakan dampak langsung dari minimnya stok yang masuk dari sentra pertanian lokal, seperti wilayah Koya dan Kabupaten Keerom.

Padahal dalam kondisi normal, harga cabai rawit di Jayapura biasanya stabil di kisaran Rp80.000 per kilogram.

Selain masalah produksi lokal, distribusi cabai dari wilayah pemasok besar seperti Makassar dan Surabaya juga dilaporkan terhenti total.

Hal ini disebabkan oleh bencana banjir yang melanda wilayah-wilayah tersebut, sehingga pengiriman logistik ke Papua mengalami kendala besar.

“Stok lokal berkurang, sementara dari Makassar dan Surabaya sama sekali tidak ada barang masuk karena banjir di sana. Kami hanya mengandalkan sisa stok yang ada,” ujar Yani, salah satu pedagang di Pasar Hamadi, Jumat (27/3/2026).

Yani menambahkan bahwa kondisi harga yang tidak terkendali ini sebenarnya sudah dirasakan sejak menjelang Lebaran lalu.

Bahkan, pada puncak permintaan, harga cabai rawit sempat menembus angka fantastis, yakni Rp 170.000 hingga Rp 180.000 per kilogram.

KOMPAS.com/AZWA SAFRINA Kenaikan harga cabai yang melonjak tajam memasuki sepekan Ramadhan di Surabaya, Kamis (26/2/2026).

“Ini sudah agak turun harga, minggu kemarin pas masuk Lebaran harganya sampai Rp 180.000 per kilogram. Itu yang paling tinggi selama ini,” terangnya.

Yani menambahkan bahwa tren kenaikan harga ini tidak akan bertahan lama jika distribusi dari petani lokal kembali lancar.

“Kalau stok lokal sudah ada, harga diperkirakan akan mulai turun. Estimasi harga bisa dapat Rp 100.000 per kilogram,” pungkasnya.

Meskipun harga cabai rawit meroket, beberapa komoditas pangan lainnya terpantau relatif stabil, seperti tomat Rp 10.000 per kg, bawang merah Rp 65.000 per kg, bawang putih Rp 50.000 per kg, cabai merah besar Rp 70.000 per kg, dan daun bawang Rp 60.000 per kilogram.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#harga-cabai-rawit #bencana-banjir #jayapura #pasokan-terhambat

https://money.kompas.com/read/2026/03/27/182500726/pasokan-terhambat-harga-cabai-rawit-di-jayapura-tembus-rp-150.000