Harga BBM Terancam Naik, Menhub: Belum Ada Kebijakan Khusus Transportasi

Harga BBM Terancam Naik, Menhub: Belum Ada Kebijakan Khusus Transportasi

Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan belum ada kebijakan khusus transportasi terkait ancaman kenaikan harga BBM.

(Bisnis.Com) 30/03/26 16:21 176595

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan saat ini belum ada kebijakan khusus pada sektor transportasii di tengah ancaman kenaikan harga BBM.

Dudy menyebutkan, berdasarkan laporan dari Kementerian ESDM dalam Penutupan Pokso Pusat Angkutan Lebaran 2026, Senin (30/3/2026), bahwa sejauh ini stok BBM dalam kondisi yang aman.

“Sampai sejauh ini belum ada [kebijakan khusus], jadi kalau dari pihak ESDM maupun Pertamina mengatakan bahwa stok BBM aman, ya, berarti aman. Jadi kami harus mempercayai itu dan meyakini itu,” kata Dudy dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).

Pasalnya, harga BBM baru akan diumumkan oleh Kementerian ESDM dan Pertamina pada awal April mendatang. Untuk itu, pihaknya masih akan melakukan kegiatan transportasi sebagaimana mestinya.

Meski demikian, Dudy menegaskan tetap akan mengansitipasi sejumlah hal atas segala kemungkinan yang akan terjadi. Namun, dirinya tetap menunggu rilis dari Kementerian ESDM.

“Secara resmi kami harus menunggu apa yang akan dikeluarkan oleh Kementerian ESDM,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menyebutkan adanya rencana kebijakan work from home (WFH) sebagai langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak dari konflik di Timur Tengah yang menyebabkan dinamika pasokan dan harga minyak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku setelah periode libur Idulfitri.

“Pascalebaran tapi nanti akan kita tentukan waktunya,” ungkapnya.

Rencana tersebut dipastikan akan mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor swasta, hingga pemerintah daerah secara nasional. Pemerintah berupaya melindungi postur APBN dari tekanan fiskal yang semakin nyata akibat beban subsidi energi.

Selain itu, kebijakan tersebut juga dikaji dalam rangka menghemat penggunaan BBM, sebagaimana Filipina yang telah mengalami krisis energi.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, sopir angkutan umum di Filipina melakukan mogok kerja selama dua hari sebagai bentuk protes usai pemerintah setempat mengumumkan krisis BBM imbas perang antara Amerika Serikat-Israel vs Iran.

Menurut Pemimpin Organisasi MANIBELA yang menaungi pengemudi angkutan umum, Mar Valbuena, dampak yang dirasakan para sopir adalah kerugian 1.500-1.600 peso (US$25-US$27) per hari atau sekitar Rp421.000 per hari.

#menhub-kebijakan-transportasi #harga-bbm #bbm #harga-minyak #kebijakan-transportasi-bbm #harga-bbm-naik #stok-bbm-aman #kebijakan-esdm-bbm #konferensi-pers-menhub #kebijakan-wfh-bbm #dampak-harga-bbm #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260330/98/1963001/harga-bbm-terancam-naik-menhub-belum-ada-kebijakan-khusus-transportasi