SPBE Cimuning Terbakar, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Elpiji Tidak Terganggu
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memohon maaf atas insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita.... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 02/04/26 14:23 180064
BEKASI - Kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji ( SPBE ) PT Indogas Andalan Kita di Cimuning , Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) malam. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memohon maaf atas insiden itu dan memastikan pasokan elpiji tidak terganggu."Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memohon maaf atas insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita pada Rabu, 1 April 2026," ujar Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Susanto August Satria dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
August mengatakan, begitu kebakaran terjadi, Pertamina Patra Niaga Regional RJBB dan pihak SPBE langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan tim damkar setempat. "Penyebab insiden akan segera diinvestigasi bersama dengan aparat berwenang."
Saat ini, lanjut August, pihaknya fokus pada penanganan kebakaran, keselamatan masyarakat sekitar, serta pekerja SPBE. "Pertamina Patra Niaga RJBB memastikan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tidak terganggu," ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026). Sedikitnya, 12 orang menjadi korban dalam peristiwa itu.
Data itu disampaikan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro pada sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi masih melakukan pendataan terkait korban lainnya. "Korban masih dilakukan pendataan. Sementara ini data di kami ada 12," ujar Kusumo di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026) dini hari.
Kusumo menambahkan, korban saat ini langsung dievakuasi ke beberapa rumah sakit yang ada di Kota Bekasi. Kusumo menyebut korban yang terdata adalah mereka yang menderita luka bakar hingga 70% dan belum tercatat adanya korban jiwa. "Tersebar di beberapa rumah sakit. Rata-rata mengalami luka bakar sekitar 60-70 persen," katanya.
(zik)