Elon Musk Minta Bank Besar Langganan Grok AI untuk Ikut IPO SpaceX

Elon Musk Minta Bank Besar Langganan Grok AI untuk Ikut IPO SpaceX

Elon Musk dilaporkan mewajibkan bank yang menangani IPO SpaceX untuk berlangganan chatbot AI Grok

(Kompas.com) 04/04/26 10:34 181445

KOMPAS.com – Elon Musk dilaporkan meminta bank dan penasihat yang terlibat dalam rencana penawaran umum perdana (IPO) SpaceX untuk berlangganan Grok, chatbot AI miliknya.

Mengutip laporan The New York Times pada Jumat (3/4/2026), kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh pihak yang membantu proses IPO SpaceX. Informasi ini bersumber dari sejumlah pihak yang mengetahui rencana tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan, beberapa bank bahkan telah sepakat mengalokasikan dana hingga puluhan juta dollar AS per tahun untuk berlangganan Grok.

Mereka juga mulai mengintegrasikan chatbot tersebut ke dalam sistem teknologi informasi (TI) internal.

Sebelumnya, sejumlah bank besar seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Bank of America, dan Citigroup dilaporkan menjadi penjamin emisi utama (bookrunner) dalam IPO tersebut.

Baik Musk maupun SpaceX tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters. Sementara itu, kelima bank tersebut juga belum merespons pertanyaan yang diajukan.

Perusahaan roket yang berbasis di Starbase, Texas, itu sebelumnya disebut menaikkan target valuasi IPO menjadi lebih dari 2 triliun dollar AS. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi menjadikan IPO SpaceX sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar saham.

REUTERS/DADO RUVIC Elon Musk dilaporkan mewajibkan bank yang menangani IPO SpaceX untuk berlangganan chatbot AI Grok, dengan nilai kontrak mencapai puluhan juta dollar AS per tahun.

SpaceX juga dikabarkan menargetkan dana segar sebesar 75 miliar dollar AS. Angka ini jauh melampaui rekor IPO sebelumnya, termasuk Saudi Aramco pada 2019 dan Alibaba pada 2014.

Sebelumnya diberitakan, perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, dikabarkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) secara rahasia ke Securities and Exchange Commission (SEC).

Dikutip dari Reuters, pengajuan IPO secara rahasia ini menjadi tahap awal sebelum perusahaan membuka detail keuangan kepada publik menjelang proses IPO.

Jika terealisasi, IPO SpaceX berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar saham global.

Perusahaan disebut menargetkan valuasi hingga 1,75 triliun dollar AS atau sekitar Rp 29.610 triliun (asumsi kurs Rp 16.920 per dollar AS), dengan kemungkinan pencatatan saham pada Juni 2026.

Dana yang dihimpun diperkirakan bisa melampaui 75 miliar dollar AS. Angka ini jauh di atas rekor IPO sebelumnya milik Alibaba Group sebesar 22 miliar dollar AS dan Visa Inc. yang hampir mencapai 18 miliar dollar AS.

SpaceX didirikan pada 2002 dan kini menjadi perusahaan peluncuran roket terbesar di dunia. Perusahaan juga menjadi mitra utama NASA sejak program pesawat ulang-alik dihentikan pada 2011.

Selain peluncuran roket, sumber pendapatan utama berasal dari layanan internet satelit Starlink yang telah memiliki sekitar 9 juta pelanggan global, termasuk kontrak di sektor pertahanan.

Analis menilai, model bisnis berbasis pendapatan berulang dari Starlink menjadi faktor kunci yang menopang valuasi tinggi SpaceX.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#elon-musk #spacex #grok-ai #penawaran-umum-perdana #ipo-spacex #langganan-grok

https://money.kompas.com/read/2026/04/04/103412326/elon-musk-minta-bank-besar-langganan-grok-ai-untuk-ikut-ipo-spacex