Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran
Konflik yang memanas di Timur Tengah menghantam kekayaan para miliarder ASEAN, dengan nilai kerugian mencapai sekitar USD62 miliar atau setara Rp1.000 triliun sepanjang... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 06/04/26 11:22 182462
JAKARTA - Konflik yang memanas di Timur Tengah menghantam kekayaan para miliarder Asia Tenggara (ASEAN), dengan nilai kerugian mencapai sekitar USD62 miliar atau setara Rp1.000 triliun sepanjang Maret 2026. Gejolak ini turut mengguncang pasar saham regional dan memicu pergeseran peta orang terkaya di kawasan."Sebanyak 150 miliarder ASEAN mengalami penurunan kekayaan kolektif sekitar 10% atau setara USD61,9 miliar menjadi USD549,1 miliar selama Maret," demikian laporan yang dikutip dari Japan Times berdasarkan data Forbes, Senin (6/4/2026).
Penurunan tajam tersebut dipicu pelemahan pasar ekuitas di kawasan Asia-Pasifik, seiring meningkatnya ketegangan akibat konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari. Dampaknya, kepercayaan investor merosot dan tekanan jual meningkat di berbagai bursa.
Di Filipina, total kekayaan miliarder turun 11,6% menjadi USD38 miliar dari sebelumnya USD43 miliar. Kondisi ini sejalan dengan anjloknya indeks saham utama negara tersebut hingga 10% ke level 5.948.
Guncangan tidak hanya terjadi di Asia Tenggara. Lonjakan harga minyak global lebih dari 50% dalam beberapa pekan turut memperparah situasi, dipicu gangguan pasokan energi akibat penutupan jalur strategis Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk.
Tekanan pasar juga terlihat di berbagai indeks global. Indeks S&P 500 tercatat masuk zona negatif sepanjang tahun berjalan, sementara bursa di Korea Selatan dan Jepang mengalami penurunan tajam.
Perubahan signifikan juga terjadi pada daftar orang terkaya di Asia Tenggara. Pham Nhat Vuong, pendiri Vingroup asal Vietnam, naik menjadi orang terkaya di kawasan dengan estimasi kekayaan USD24,5 miliar menggeser posisi Prajogo Pangestu yang sebelumnya memimpin.
Sementara itu, Enrique Razon Jr. dan Anthoni Salim turut masuk jajaran 10 besar orang terkaya di kawasan, mencerminkan dinamika baru di tengah tekanan pasar.
Dampak konflik juga meluas ke ekonomi global. Studi United Nations Development Programme memperkirakan negara-negara Arab dapat kehilangan hingga USD194 miliar dari produk domestik bruto (PDB), disertai ancaman terhadap jutaan lapangan kerja.
Volatilitas pasar diperkirakan masih berlanjut, terutama bagi para konglomerat yang memiliki eksposur besar di sektor energi, komoditas, dan perbankan. Kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global dinilai menjadi faktor utama yang terus menekan kinerja aset di kawasan.
(nng)
#harta-kekayaan #miliarder #asean #perang-as-vs-iran #konflik-timur-tengah