Incar Pasar China, UMKM RI Didorong Ekspor Durian dan Walet

Incar Pasar China, UMKM RI Didorong Ekspor Durian dan Walet

Pemerintah mulai merancang strategi agar produk UMKM Indonesia bisa masuk lebih luas ke pasar China yang selama ini didominasi negara lain.

(Kompas.com) 07/04/26 06:33 183354

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mulai mengincar celah besar di pasar China untuk mendorong produk UMKM Indonesia menembus pasar ekspor, dari durian hingga sarang burung walet, di tengah dominasi pasokan dari negara lain.

Upaya itu disampaikan langsung kepada otoritas China dalam forum Indonesia-China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026 yang digelar pada Rabu (1/4/2026) pekan lalu.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah mendorong agar akses pasar di China dibuka lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia.

“Kita lebih bicara kepada potensi market yang ada di China untuk bisa dibuka seluas-luasnya kepada pengusaha mikro, kecil, dan menengah kita,” kata Maman saat ditemui di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Melalui forum tersebut, pemerintah juga membidik pembentukan rantai pasok produk UMKM Indonesia dengan China, termasuk membuka akses ke pasar domestik negara tersebut.

Peluang besar dari durian hingga walet

Pemerintah melihat peluang besar dari sejumlah komoditas unggulan Indonesia, terutama buah-buahan seperti durian, manggis, dan buah naga.

Permintaan durian di China dinilai sangat tinggi, namun selama ini lebih banyak dipenuhi oleh Thailand dan Vietnam. Sementara itu, ekspor durian Indonesia ke China masih relatif kecil.

“Itu kan musiman itu, dan banyak sekali kan petani-petani durian kita yang memang bisa kita optimalkan,” ujar Maman.

Selain buah, sarang burung walet juga menjadi komoditas strategis. Sekitar 70 persen pasokan sarang burung walet di pasar global berasal dari Indonesia.

“Salah satunya adalah bagaimana membuka akses yang lebih besar lagi pada bird nest kita,” tutur Maman.

Integrasi sistem hingga target MoU APEC

Selain membuka akses pasar, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa integrasi Sistem Aplikasi Pelayanan (Sapa) UMKM Indonesia dengan sistem teknologi dan informasi di China.

Kementerian UMKM juga akan mengirim sejumlah pegawai untuk mempelajari kebijakan China dalam mengembangkan usaha kecil.

“Dan itu nanti akan dituangkan dengan beberapa kontrak kerja sama kita dengan mereka dan alhamdulillah mereka sudah oke,” tutur Maman.

Sejumlah kerja sama tersebut rencananya akan difinalisasi dalam forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan digelar pada September mendatang, dengan China sebagai tuan rumah.

“Kita juga nanti akan puncak MoU-nya kita untuk eksekusi semua perjanjian kita nanti di situ,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#umkm #jakarta #durian #walet #menteri-umkm #pasar-china #maman-abdurahman

https://money.kompas.com/read/2026/04/07/063355826/incar-pasar-china-umkm-ri-didorong-ekspor-durian-dan-walet