Laba Jamkrindo Tembus Rp 1,05 Triliun, Dukung 5,56 Juta UMKM
Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,28 triliun dan laba bersih Rp 1,05 triliun.
(Kompas.com) 09/04/26 10:02 186037
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), mencatatkan kinerja keuangan yang tetap resilien sepanjang 2025.
Hal ini didukung strategi bisnis yang adaptif serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika industri penjaminan.
Perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,28 triliun dan laba bersih Rp 1,05 triliun. Capaian ini mencerminkan konsistensi kinerja operasional Jamkrindo dalam menjaga profitabilitas.
WIKIMEDIA COMMONS/DENIIRAWAN82 Ilustrasi PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).Kinerja tersebut juga memperpanjang catatan positif perusahaan yang secara konsisten menghasilkan laba setiap tahun sejak didirikan pada 1970.
Selain itu, Jamkrindo turut berkontribusi pada perekonomian melalui pembayaran pajak kepada negara serta setoran dividen kepada pemegang saham.
Dari sisi struktur keuangan, Jamkrindo mencatat total aset sebesar Rp 30,86 triliun dan total ekuitas Rp 13,84 triliun. Kondisi ini mencerminkan fondasi permodalan yang kuat untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus pengelolaan risiko yang berkelanjutan.
Adapun imbal jasa penjaminan bruto tercatat sebesar Rp 7,12 triliun. Seiring dengan meningkatnya aktivitas penjaminan, beban klaim bruto juga mengalami kenaikan menjadi Rp 6,6 triliun.
Meski demikian, perusahaan menyatakan tetap mampu menjaga kinerja secara keseluruhan dengan fundamental yang kuat serta pengelolaan risiko yang disiplin.
Dari sisi operasional, sepanjang 2025 volume penjaminan Jamkrindo mencapai Rp247,57 triliun. Angka ini menunjukkan skala bisnis yang besar sekaligus kontribusi terhadap sektor produktif nasional.
Jamkrindo juga telah menjangkau lebih dari 5,56 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.
SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES Ilustrasi UMKM.Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menjelaskan, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita, perusahaan terus memperkuat peran dalam pemberdayaan UMKM dan koperasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas penjaminan, serta penguatan kolaborasi dalam ekosistem pembiayaan nasional. Transformasi berkelanjutan juga ditempuh melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta optimalisasi model bisnis.
"Di tengah dinamika industri, Jamkrindo tetap menjaga kinerja yang resilien melalui penguatan fundamental bisnis dan pengelolaan risiko yang disiplin. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan kinerja perusahaan," ujar Abdul Bari dalam siaran pers, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, Jamkrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Perusahaan ingin memastikan semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dan dapat berkembang secara berkelanjutan melalui layanan penjaminan.
“Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM dan koperasi melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan ekosistem penjaminan, serta penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain penjaminan, Jamkrindo juga aktif melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM serta koperasi untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing.
Program pendampingan dilakukan melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, serta penguatan akses pasar bagi pelaku usaha.
Program tersebut juga menyasar kelompok perempuan dan penyandang disabilitas, dengan tujuan mendorong kemandirian serta keberlanjutan usaha.
SHUTTERSTOCK/BASTIAN AS Ilustrasi UMKM yang memproduksi kerajinan tangan.Upaya pemberdayaan ini diperkuat melalui pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat. Program tersebut mencakup pemberdayaan UMKM, pelatihan kewirausahaan, serta inisiatif peningkatan kesejahteraan komunitas.
Menurut Abdul Bari, program ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan.
"Kami yakin bahwa dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan, kami ingin memastikan pelaku usaha dapat naik kelas, memiliki daya saing, dan tumbuh secara mandiri,” ujar dia.
Dari sisi tata kelola, laporan keuangan konsolidasian Jamkrindo telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (anggota jaringan global RSM) dengan tanggal laporan 30 Maret 2026.
Audit tersebut menghasilkan opini Wajar Tanpa Modifikasian.
“Opini tersebut memperkokoh posisi Jamkrindo sebagai institusi penjaminan yang kredibel dan profesional,” tutur Abdul Bari.
Sebagai perusahaan penjaminan kredit yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo memiliki berbagai produk penjaminan, baik program maupun non-program.
Untuk penjaminan program, salah satu produk utama adalah penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sementara pada penjaminan non-program, Jamkrindo menyediakan beragam layanan, antara lain penjaminan kredit umum, kredit mikro, penjaminan bank garansi, kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa, serta penjaminan distribusi barang.
Selain itu, perusahaan juga menawarkan produk seperti surety bond, customs bond, penjaminan supply chain financing (invoice financing), serta berbagai bentuk penjaminan kredit lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang