IHSG Diproyeksi Sideways, ICBP, NCKL, hingga BRMS Jadi Saham Pilihan Analis

IHSG Diproyeksi Sideways, ICBP, NCKL, hingga BRMS Jadi Saham Pilihan Analis

Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menyebutkan posisi IHSG yang berada di area overbought meningkatkan potensi terjadinya profit taking.

(Kompas.com) 17/04/26 07:45 194087

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan sideways pada perdagangan Jumat (17/4/2026), setelah ditutup melemah 0,03 persen ke level 7.621,382 pada Kamis.

Sentimen global masih memberikan ruang optimisme, terutama dari harapan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan konflik geopolitik serta menekan harga minyak mentah. Kondisi ini dinilai menjadi katalis positif bagi pasar.

Namun demikian, tekanan teknikal mulai membatasi penguatan. Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menyebutkan posisi IHSG yang berada di area overbought meningkatkan potensi terjadinya profit taking.

“Secara teknikal, kondisi IHSG yang masih berada di area overbought mendorong terjadinya profit taking. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak sideways pada kisaran 7.550-7.700,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Kamis (16/4/2026).

Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup menguat terbatas sebesar 0,02 persen ke level Rp 17.136 per dollar AS. Penguatan ini sejalan dengan tren mata uang kawasan Asia yang cenderung menguat.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi salah satu pilihan utama investor. Instrumen ini dinilai menarik karena menawarkan imbal hasil yang relatif tinggi di tengah volatilitas pasar.

Tekanan terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir juga mendorong Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat langkah stabilisasi. Salah satunya melalui intervensi pasar serta optimalisasi SRBI sebagai instrumen penyerap likuiditas.

BI bahkan meningkatkan frekuensi lelang SRBI dari satu kali menjadi dua kali dalam sepekan sejak Februari 2026, untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tren depresiasi rupiah.

Dari kawasan global, bursa saham Eropa dibuka menguat, mengikuti sentimen positif dari bursa Asia. Investor merespons data ekonomi Inggris yang menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,5 persen secara bulanan (month-to-month/MoM) pada Februari 2026, meningkat dari 0,1 persen pada Januari 2026 dan menjadi yang tertinggi sejak Januari 2024.

Sementara itu, inflasi di kawasan Euro meningkat menjadi 2,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Maret 2026, naik dari 1,9 persen pada Februari 2026. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan biaya energi dan menjadi level tertinggi sejak Juli 2024.

Phintraco Sekuritas pun merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati investor untuk trading pada perdagangan Jumat, yakni; PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan, antara lain; PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) pada kisaran Rp 69- Rp 71, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di rentang Rp 940- Rp 1.025, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) pada level Rp 4.520- Rp 4.690.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#saham #jakarta #ihsg #icbp #nckl #brms

https://money.kompas.com/read/2026/04/17/074516226/ihsg-diproyeksi-sideways-icbp-nckl-hingga-brms-jadi-saham-pilihan-analis