INDEF nilai gangguan bahan baku plastik jadi momen perkuat daur ulang

INDEF nilai gangguan bahan baku plastik jadi momen perkuat daur ulang

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai gangguan pasokan bahan baku plastik global yang memicu lonjakan harga harus dimanfaatkan ...

(Antara) 17/04/26 15:38 194632

Jakarta (ANTARA) - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai gangguan pasokan bahan baku plastik global yang memicu lonjakan harga harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat penggunaan kemasan daur ulang di dalam negeri.

"Kita gunakan kondisi ini sebagai momentum untuk menjadi titik balik lebih menggunakan produk dengan kemasan daur ulang," kata Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, lonjakan harga yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner yang sangat bergantung pada kemasan plastik.

Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku berdampak langsung pada membengkaknya biaya produksi. Menurut dia, sejumlah pelaku usaha melaporkan harga plastik meningkat hingga dua kali lipat, sehingga memaksa mereka mengeluarkan modal lebih besar untuk mempertahankan operasional.

Lebih lanjut, Esther mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi mendorong inflasi, mengingat mayoritas pelaku usaha cenderung menaikkan harga jual dibandingkan menekan margin keuntungan secara drastis.

Namun demikian, kenaikan harga tersebut justru berisiko menurunkan volume penjualan dan pada akhirnya menggerus omzet pelaku usaha. Jika konflik global berlangsung berkepanjangan, ia memperkirakan tekanan inflasi akan semakin besar.

Oleh karena itu, Esther menekankan pentingnya menjadikan situasi ini sebagai titik balik untuk mengurangi ketergantungan pada plastik konvensional.

Ia menilai, tren global saat ini menunjukkan penggunaan plastik semakin mahal, sementara kemasan berbasis daur ulang justru lebih kompetitif dari sisi harga, sekaligus lebih ramah lingkungan dan sehat.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya intervensi kebijakan melalui instrumen ekonomi, seperti penerapan Pigovian Tax dalam bentuk cukai plastik untuk mendorong perubahan perilaku konsumen agar beralih ke alternatif yang lebih berkelanjutan.

Dengan demikian, menurut Esther, tekanan akibat gangguan pasokan global tidak hanya dilihat sebagai risiko, tetapi juga peluang untuk mempercepat transformasi industri kemasan menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan industri hulu-hilir plastik dalam negeri memberi jaminan ketersediaan stok untuk kebutuhan domestik, di tengah gangguan rantai pasok bahan baku.

Disampaikan dia, dari pertemuan antara pihaknya dengan industri hulu hingga hilir plastik yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4), terungkap optimisme industri terhadap ketersediaan stok plastik di dalam negeri.

“Kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garisbawahi kata seharusnya, karena pemerintah tetap terus memantau perkembangan situasi global secara cermat yang berdampak terhadap produksi dan stok subsektor ini,” ujar Agus dalam keterangan yang dikonfirmasi.

Sebelumnya Menperin juga menegaskan pemerintah terus mengupayakan diversifikasi bahan baku hingga mendorong pemanfaatan daur ulang guna menjaga ketersediaan plastik nasional di tengah tekanan geopolitik global.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#penguatan-ekonomi #bahan-baku #industri-plastik

https://www.antaranews.com/berita/5530824/indef-nilai-gangguan-bahan-baku-plastik-jadi-momen-perkuat-daur-ulang