BUMD Jakarta Didorong Perkuat Pembiayaan dan Investasi di Tengah Tekanan Global
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan peran badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai pilar ekonomi daerah.
(Kompas.com) 17/04/26 22:42 195121
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan peran badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai pilar ekonomi daerah di tengah meningkatnya tekanan global dan risiko perubahan iklim.
Upaya tersebut dibahas dalam BUMD Leaders Forum yang diselenggarakan Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut forum ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi di tengah dinamika global yang tidak menentu.
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat ditemui di Komplek Pemerintahan Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Minggu (12/4/2026).“Saya mengharapkan agar dalam 1 tahun ke depan BUMD melakukan konsolidasi dan saya juga memberikan ruang kesempatan karena saat ini banyak BUMD-BUMD Jakarta yang sekarang ini sudah tidak menjadi pemain lokal antara lain Bank Jakarta, PAM Jaya, Dharma Jaya dan lain-lain dan itu saya yakin akan bisa memberikan banyak manfaat bagi Jakarta,” ujar Pramono dalam siaran pers, Jumat.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor eksternal, termasuk situasi geopolitik dan ancaman El Nino yang diperkirakan berlangsung pada April hingga September 2026.
“Tetapi saya juga menyampaikan karena sekarang ini kondisi geopolitik sedang struggling dan sebentar lagi ada El Nino diperkirakan dari April sampai September ini, maka saya minta juga mereka mempersiapkan itu,” tuturnya.
Menurut Pramono, konsolidasi yang kuat serta pembangunan budaya perusahaan yang transparan dan profesional menjadi kunci agar BUMD mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan tersebut.
“Maka demikian mudah-mudahan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka transparan dan dikelola secara profesional, saya yakin BUMD Jakarta makin siap,” tegasnya.
Selain penyelarasan visi, forum ini juga membahas sejumlah isu strategis terkait penguatan kinerja dan pembiayaan BUMD.
Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menyampaikan, fokus utama diarahkan pada peningkatan daya saing, kesehatan perusahaan, serta kapasitas pembiayaan pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, forum ini merupakan kelanjutan dari pertemuan yang telah dilakukan pada Desember 2025. Dalam pertemuan tahun ini, terdapat tiga topik utama yang dibahas.
“Topik pertama yaitu akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing dan sinergi pembiayaan. Untuk Triwulan I tahun 2026, Alhamdulillah telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk 3 BUMD, yaitu PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Tjipinang,” ungkapnya.
Topik kedua berkaitan dengan optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis.
Dalam pembahasan tersebut, salah satu poin yang mengemuka adalah penjaminan proyek BUMD oleh PT Jamkrida Jakarta serta optimalisasi penjaminan kredit Bank Jakarta melalui lembaga tersebut.
Sementara itu, topik ketiga menyoroti peningkatan produktivitas aset strategis sebagai pendorong investasi dan sumber pendapatan baru.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pengembangan properti seperti hotel, hunian campuran (mix-used), fasilitas park and ride, hingga infrastruktur seperti pengolahan air limbah, distribusi, dan pengolahan pangan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta.
Melalui komitmen kolaborasi yang dituangkan dalam Collaboration Charter, BUMD diharapkan dapat memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang