Starlink Kini Dijual di Blibli, Bisa Cicilan Nol Persen
Blibli Store kini jual Starlink, perluas akses internet satelit berkecepatan tinggi ke urban hingga rural. Nikmati cicilan 0% dan promo menarik!
(Kompas.com) 19/04/26 19:53 196069
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), melalui anak usahanya PT Global Teknologi Niaga (GTNi), menghadirkan Starlink di toko fisik elektroniknya yakni Blibli Store.
Business Development Director Blibli Omnichannel Mobility Group Lilyana Dewi mengatakan, hadirnya Starlink akan memperluas akses konektivitas satelit berkecepatan tinggi bagi pelanggan, tidak hanya di wilayah urban, tetapi juga menjangkau sub-urban, remote, hingga rural.
“Pelanggan kini dapat memperoleh perangkat Starlink di Blibli Store dengan jaminan 100 persen original (Pasti ORI) serta cicilan 0 persen hingga 12 bulan,” kata Lilyana dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
Ilustrais dibuat dengan AI. KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah Ilustrasi HP yang bisa terhubung satelit Starlink.Lilyana mengatakan, seiring meningkatnya penetrasi internet di Indonesia, kebutuhan akan konektivitas yang cepat dan stabil menjadi semakin krusial.
Berdasarkan laporan Digital 2025 Indonesia dari DataReportal, jumlah pengguna internet telah mencapai lebih dari 212 juta orang atau sekitar 74,6 persen populasi dan terus bertumbuh setiap tahunnya.
Meski demikian, kesenjangan akses masih terjadi di berbagai wilayah, dengan puluhan juta masyarakat yang belum sepenuhnya terkoneksi, sehingga dibutuhkan solusi konektivitas yang lebih fleksibel dan mampu menjangkau lebih luas.
“Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, sejak 6 April 2026 Blibli Store menghadirkan perangkat Starlink Mini dan Starlink Standard di gerai terpilih di seluruh Indonesia,” ungkap Lilyana.
Dia mengatakan, dengan dukungan teknologi satelit LEO (Low Earth Orbit) milik SpaceX, Starlink mampu menghadirkan kecepatan unduhan hingga 400 Mbps secara global, termasuk hingga 257 Mbps di Jakarta dan sekitarnya, sehingga memungkinkan akses internet yang lebih merata hingga wilayah sub-urban dan remote.
SHUTTERSTOCK/HADRIAN Ilustrasi Starlink. Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh menyatakan bahwa pemerintah siap mempercepat pemberian lisensi bagi layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk dalam skema percontohan. Hal ini disampaikan Chinh saat bertemu dengan hampir 40 pebisnis Amerika Serikat di Hanoi.Hingga Maret 2026, Blibli Store telah mengoperasikan lebih dari 120 gerai di berbagai wilayah Indonesia, memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan perangkat teknologi secara langsung dengan pengalaman belanja yang tepercaya.
“Hadirnya Starlink di Blibli Store merupakan bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan inovasi teknologi terdepan bagi pelanggan,” jelas Lilyana.
Dia menegaskan, melalui jaringan gerai yang luas, pelanggan kini dapat memperoleh Starlink dengan mudah, didukung opsi cicilan 0 hingga 12 bulan, untuk pengalaman yang lebih praktis dalam satu ekosistem.
Lilyana mengatakan, sebagai bagian dari ekosistem Blibli, pembelian Starlink di Blibli Store juga dilengkapi berbagai keuntungan, termasuk promo gratis 1 bulan biaya berlangganan melalui in-store activation hingga 20 April 2026, serta cashback Rp 100.000 dalam bentuk Blibli Tiket Rewards (BTR) Points hingga 30 April 2026.
Sebagai informasi, layanan internet berbasis satelit seperti Starlink berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Awalnya hanya merupakan proyek rekayasa, kini layanan ini telah bertransformasi menjadi salah satu mesin pendapatan utama yang menopang valuasi SpaceX sebagai perusahaan swasta paling bernilai di dunia.
Seiring pertumbuhan tersebut, SpaceX juga dikabarkan tengah mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO) yang diperkirakan dapat berlangsung paling cepat pada musim panas tahun ini, dengan estimasi valuasi mencapai 1,75 triliun dollar AS atau sekitar Rp 29.750 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dollar AS).
Berbeda dengan layanan internet konvensional seperti fiber optik maupun jaringan seluler yang bergantung pada infrastruktur darat, Starlink mengusung pendekatan berbasis satelit.
Layanan ini memanfaatkan ribuan satelit kecil yang ditempatkan di orbit rendah bumi atau Low Earth Orbit (LEO), sehingga mampu mengirimkan sinyal internet langsung ke perangkat pengguna.
Teknologi tersebut memungkinkan akses internet menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit terlayani jaringan kabel atau menara seluler, sekaligus menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan bisnis Starlink secara global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#cicilan-0-persen #starlink-blibli-store #internet-satelit-leo #akses-konektivitas