Dubes Inggris nilai aksesi OECD RI upaya reformasi ekonomi nasional
Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menilai proses aksesi Indonesia ke Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) ...
(Antara) 21/04/26 19:00 198281
Aksesi OECD bukan sekadar agenda pemerintah, tetapi merupakan upaya reformasi nasional yang akan membentuk bagaimana ekonomi Indonesia berjalan dalam praktik
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menilai proses aksesi Indonesia ke Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) merupakan upaya reformasi nasional yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk pemerintah dan dunia usaha.
Jermey mengatakan aksesi OECD tidak hanya menjadi agenda pemerintah, melainkan proses reformasi yang akan memengaruhi cara perekonomian Indonesia berjalan ke depan.
“Aksesi OECD bukan sekadar agenda pemerintah, tetapi merupakan upaya reformasi nasional yang akan membentuk bagaimana ekonomi Indonesia berjalan dalam praktik,” kata Jermey dalam seminar nasional di Jakarta, Selasa.
Ia menekankan keterlibatan sektor swasta menjadi faktor penting agar reformasi kebijakan yang dilakukan dapat berjalan efektif dan menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian.
“Dunia usaha bukan hanya pemangku kepentingan, tetapi juga mitra dalam memastikan reformasi ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut dia, terdapat tiga faktor utama yang perlu diperkuat dalam proses aksesi Indonesia ke OECD, yaitu keterlibatan berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha, penguatan koordinasi kelembagaan, serta penyusunan kebijakan yang realistis dan sesuai kebutuhan dunia usaha.
Jermey menjelaskan reformasi kebijakan yang dilakukan dalam proses aksesi OECD harus dapat diterapkan secara praktis agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Reformasi harus tetap praktis dan sesuai dengan realitas dunia usaha agar dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang nyata,” ungkapnya.
Jermey mengatakan pengalaman Inggris menunjukkan keanggotaan OECD memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan lingkungan usaha.
“Bagi Inggris, keanggotaan OECD telah membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, serta memperkuat kepastian regulasi yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha,” ungkapnya.
Ia menambahkan keterlibatan sektor swasta juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perbaikan regulasi.
Menurut Jermey, aksesi OECD tidak hanya akan memberikan manfaat bagi Indonesia, tetapi juga bagi perekonomian global serta hubungan bisnis kedua negara.
“Aksesi OECD akan memberikan manfaat bagi dunia usaha di Indonesia, ekonomi global, serta hubungan bisnis antara Indonesia dan Inggris,” tuturnya.
Sebagai informasi, OECD merupakan organisasi internasional yang beranggotakan 38 negara dan berfokus pada penyusunan standar kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan global.
Seminar nasional tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan keterlibatan sektor swasta dalam proses aksesi OECD.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah dan Kadin juga meluncurkan OECD Private Sector Playbook sebagai panduan awal bagi pelaku usaha dalam memahami proses aksesi dan implikasinya terhadap kegiatan bisnis.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
#ekonomi #oecd #duta-besar-inggris #dominic-jermey #kerja-sama-internasional #inggris