Menko Zulhas: Kenaikan harga Minyakita dipicu serapan bantuan pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan bahwa temuan kenaikan harga minyak goreng rakyat Minyakita dipicu oleh terserapnya ...
(Antara) 22/04/26 13:11 199033
Nanti kalau untuk bantuan (pangan), kita minta merek apa saja dengan harga sama dari produsen sehingga (Minyakita) yang di pasar tradisional itu tidak berkurang
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan bahwa temuan kenaikan harga minyak goreng rakyat Minyakita dipicu oleh terserapnya pasokan untuk program bantuan pangan dalam jumlah besar.
Ia mengatakan penggunaan Minyakita dalam penyaluran bantuan pangan selama dua bulan terakhir menyebabkan pasokan di pasar tradisional berkurang sehingga harga mengalami kenaikan.
“Karena ada bantuan pangan 33 juta (penerima manfaat), kali 2 bulan, kali 2 liter, itu banyak sekali (yang terserap) dari pasar tradisional pindah ke bantuan pangan, jadi ini (harga) naik,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan Minyakita pada awalnya merupakan minyak goreng curah yang dikemas ulang untuk meningkatkan higienitas dan ditujukan bagi masyarakat di pasar tradisional.
“Minyakita itu menggantikan minyak curah yang ada di pasar, tetap penjualannya ada di pasar, maksudnya itu pasar tradisional," ujarnya.
Namun, menurut dia, tingginya permintaan membuat Minyakita tidak hanya dibeli masyarakat di pasar tradisional, tetapi juga di ritel modern sehingga pasokan menjadi tidak mencukupi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memutuskan mengubah skema penyaluran bantuan pangan minyak goreng agar tidak lagi mengganggu pasokan di pasar tradisional.
“Nanti kalau untuk bantuan (pangan), kita minta merek apa saja dengan harga sama dari produsen sehingga (Minyakita) yang di pasar tradisional itu tidak berkurang,” ucap dia.
Selain itu, Zulhas mengatakan bahwa pemerintah juga akan mengembalikan distribusi utama Minyakita ke pasar tradisional dengan melibatkan BUMN Pangan, terutama Perum Bulog.
“Nanti Minyakita itu dikoordinir sebagian besar oleh BUMN, Bulog, untuk kembali itu menyuplai pasar-pasar tradisional yang ada di 500 kabupaten kota itu,” tuturnya.
Ia menegaskan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita saat ini belum mengalami perubahan. Menurutnya, usulan penyesuaian harga dari Menteri Perdagangan masih akan dikaji bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta instansi terkait sebelum diputuskan.
"Minyakita memang lama tidak ada penyesuaian, tadi Mendag usulkan penyesuaian, tapi saya minta dihitung dulu ya, minta BPKP dan beberapa instansi terkait untuk menghitung bareng-bareng nanti baru kita rapatkan secara khusus," ungkap Zulhas.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan stok minyak goreng nasional dalam kondisi aman dan pasokan di pasar tidak mengalami gangguan berarti.
Namun, ia mengakui terdapat kenaikan harga Minyakita di sejumlah wilayah dengan kisaran harga Rp15.900 per liter meskipun masih relatif dekat dengan HET.
Kondisi serupa juga terjadi pada minyak goreng premium yang dilaporkan mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah, dengan rata-rata mencapai Rp21.796 per liter berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
#minyakita #minyak-goreng-rakyat #zulhas #zulkifli-hasan #kementerian-perdagangan #kementerian-koordinator-bidang-pangan