Harga Minyak Naik 3 Persen, Stok AS dan Insiden Hormuz Jadi Sentimen
Harga minyak dunia ditutup melonjak pada Rabu (22/4/2026), didorong penurunan tak terduga pada stok bensin dan distilat di Amerika Serikat (AS).
(IDX-Channel) 23/04/26 07:02 199906
IDXChannel - Harga minyak dunia ditutup melonjak pada Rabu (22/4/2026), didorong penurunan tak terduga pada stok bensin dan distilat di Amerika Serikat (AS), serta laporan serangan tembakan terhadap sedikitnya tiga kapal kontainer di Selat Hormuz di tengah mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran.
Minyak mentah Brent ditutup naik 3,48 persen ke USD101,91 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,67 persen ke USD92,96 per barel. Kedua acuan tersebut juga telah naik sekitar 3 persen pada Selasa.
Pada level tertinggi sesi, harga minyak mentah AS sempat melonjak lebih dari USD4 per barel.
Administrasi Informasi Energi (EIA) melaporkan, dikutip Reuters, stok minyak mentah AS meningkat, namun persediaan bensin dan distilat justru mencatat penurunan tak terduga pada pekan yang berakhir 17 April.
Persediaan minyak mentah naik 1,9 juta barel menjadi 465,7 juta barel. Sebaliknya, stok bensin AS turun 4,6 juta barel menjadi 228,4 juta barel, lebih dalam dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan 1,5 juta barel.
Stok distilat juga turun 3,4 juta barel menjadi 108,1 juta barel, lebih besar dari perkiraan penurunan 2,5 juta barel, berdasarkan data EIA.
Dari sisi geopolitik, sedikitnya tiga kapal kontainer terkena serangan tembakan di Selat Hormuz pada Rabu.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyita dua kapal dengan alasan pelanggaran maritim dan membawanya ke wilayah Iran, menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim.
Iran dan AS sebelumnya memberlakukan pembatasan terhadap kapal yang melintasi selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global sebelum perang pecah pada akhir Februari.
Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, hanya beberapa jam sebelum masa berlakunya berakhir. Namun, kedua pihak tidak hadir dalam pembicaraan damai di Pakistan.
Pengumuman gencatan senjata itu tampak bersifat sepihak, dan belum jelas apakah Iran maupun sekutu AS, Israel, akan menyetujui perpanjangan tersebut, yang awalnya dimulai dua pekan lalu.
Ketua parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Baqer Qalibaf, pada Rabu menyatakan bahwa gencatan senjata penuh hanya masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Dalam unggahan di platform X, Qalibaf menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan jika terjadi “pelanggaran terang-terangan” terhadap gencatan senjata.
Di kawasan lain, sedikitnya empat orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan pada Rabu, menurut kantor berita pemerintah Lebanon.
Kelompok Hizbullah juga meluncurkan drone serangan ke pasukan Israel di wilayah selatan, yang semakin menekan gencatan senjata antara kedua pihak.
Sementara itu, Rusia akan mengalihkan pasokan minyak dari Kazakhstan yang sebelumnya ditujukan ke Jerman melalui pipa Druzhba ke rute lain mulai 1 Mei, ujar Wakil Perdana Menteri Alexander Novak. (Aldo Fernando)