Harga Emas Bangkit dari Level Terendah Sepekan, Harapan Damai AS-Iran Jadi Katalis

Harga Emas Bangkit dari Level Terendah Sepekan, Harapan Damai AS-Iran Jadi Katalis

Harga emas dunia menguat setelah sempat anjlok, didorong aksi bargain hunting investor di tengah potensi pembicaraan damai AS-Iran yang tak pasti dan ketegangan geopolitik.

(Kompas.com) 23/04/26 08:01 199957

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Rabu (22/4/2026) waktu setempat atau Kamis (23/4/2026) pagi WIB, setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan pada perdagangan hari sebelumnya.

Kenaikan ini didorong aksi berburu harga murah (bargain hunting) oleh investor, di tengah perhatian pasar terhadap potensi kelanjutan pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi 4.735,65 dollar AS per ons, setelah sempat menguat hingga 1 persen di awal sesi perdagangan.

Pada Selasa (21/4/2026), emas sempat mencatat penurunan harian terbesar sejak 26 Maret.

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup naik 0,7 persen ke level 4.753,00 dollar AS per ons.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan kenaikan harga emas dipicu aksi beli setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya.

Ia bilang, persepsi berburu harga murah terlihat jelas di pasar logam mulia.

“Aksi beli yang dirasakan setelah kerugian hari Selasa juga terlihat di pasar logam mulia (baik emas maupun perak),” kata dia.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian.

Iran dilaporkan menyita dua kapal di Selat Hormuz pada Rabu, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa blokade terhadap Iran akan tetap berlanjut.

Namun demikian, belum ada tanda-tanda dimulainya kembali pembicaraan damai antara kedua negara tersebut.

Ketegangan juga terjadi di kawasan lain, di mana gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mendapat tekanan setelah sedikitnya tiga orang tewas akibat serangan drone Israel di Lebanon.

“Harga emas sedikit membaik dengan harapan bahwa masalah Selat Hormuz akan terselesaikan setelah pernyataan Donald Trump. Tetapi situasinya tetap sangat genting dan tidak pasti,” kata Kepala strategi komoditas global TD Securities, Bart Melek.

JAMEJAMONLINE/EBRAHIM NOROOZI via AFP Personel Angkatan Laut Iran saat melakukan latihan militer Velayat-90 di Selat Hormuz pada 1 Januari 2012.

Secara keseluruhan, harga emas telah turun sekitar 11 persen sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari 2026.

Kenaikan harga minyak selama konflik turut memicu kekhawatiran inflasi, yang berpotensi membuat bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menyatakan tidak memberikan janji kepada Presiden Trump terkait pemangkasan suku bunga.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap independen dari Gedung Putih.

Adapun untuk harga logam mulia lainnya turut menguat.

Harga perak naik 1,4 persen menjadi 77,80 dollar AS per ons, platinum menguat 2,1 persen ke level 2.079,80 dollar AS, dan paladium naik 1,3 persen menjadi 1.553,43 dollar AS per ons.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#harga-emas-dunia #suku-bunga-tinggi #ketegangan-timur-tengah #bargain-hunting

https://money.kompas.com/read/2026/04/23/080100026/harga-emas-bangkit-dari-level-terendah-sepekan-harapan-damai-as-iran-jadi