Arus Barang Pelabuhan Tanjung Priok Tumbuh di Awal 2026
Kinerja logistik nonpetikemas naik pada awal 2026, ditopang distribusi energi dan bahan baku industri.
(Kompas.com) 23/04/26 15:40 200636
JAKARTA, KOMPAS.com — Arus barang di PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) menunjukkan penguatan pada awal 2026, seiring meningkatnya aktivitas logistik nasional, khususnya distribusi komoditas energi dan bahan baku industri.
Perusahaan mencatat total throughput nonpetikemas sebesar 12,04 juta ton pada kuartal I 2026. Volume tersebut mencakup layanan general cargo (barang umum), curah kering (bulk padat), curah cair (bulk cair), serta bag cargo (barang dalam kemasan karung).
Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan operasional di tengah dinamika arus logistik nasional.
“Capaian kinerja pada awal tahun ini menunjukkan ketahanan operasional perusahaan dalam menghadapi dinamika arus logistik,” kata Indra di Jakarta, Kamis (23/4/2025).
“Kinerja kuartal I 2026 menunjukkan bahwa operasional PTP Nonpetikemas tetap berjalan optimal dengan dukungan peningkatan pada segmen curah cair,” tambah dia.
Secara komposisi, segmen curah kering masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 46 persen. Disusul curah cair sebesar 25 persen, general cargo 24 persen, dan bag cargo 5 persen.
Pada periode yang sama, realisasi curah cair mencapai 3,09 juta ton, meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,67 juta ton. Kinerja ini juga melampaui target RKAP kuartal I 2026 sebesar 2,52 juta ton.
Sementara itu, curah kering mencatatkan volume 5,76 juta ton, tumbuh dibandingkan periode sebelumnya dan tetap sejalan dengan proyeksi perusahaan. General cargo membukukan realisasi 2,92 juta ton atau mengalami penyesuaian sekitar 5 persen secara tahunan, sedangkan bag cargo tercatat 656 ribu ton, turun tipis 3,3 persen.
“Kami terus berupaya menjaga keseimbangan kinerja di seluruh lini bisnis melalui peningkatan pelayanan dan optimalisasi fasilitas,” lanjut Indra.
Distribusi energi dorong curah cair
Secara operasional, kontribusi terbesar pada segmen curah cair berasal dari beberapa cabang utama seperti Teluk Bayur, Pontianak, dan Jambi yang mencatatkan volume signifikan.
Pada segmen curah kering, Cabang Tanjung Priok, Panjang, dan Pontianak menjadi penopang utama throughput perusahaan.
Peningkatan pada segmen curah cair mencerminkan menguatnya aktivitas distribusi komoditas strategis nasional, termasuk energi dan bahan baku industri. Di sisi lain, stabilnya kinerja curah kering serta terjaganya volume general cargo dan bag cargo mengindikasikan aktivitas logistik nasional masih bergerak dalam koridor yang resilien.
Fokus layanan dan efisiensi operasional
Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami mengatakan perusahaan akan terus mendorong kinerja operasional dan bisnis dengan fokus pada kepuasan pelanggan.
“Kami juga akan berupaya mengambil peran dalam Masyarakat sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang tepat sesuai kebutuhan Masyarakat,” ujar Fiona.
Dia menegaskan, PTP Nonpetikemas memperkuat kinerja melalui peningkatan keandalan layanan, optimalisasi peralatan, serta pemanfaatan sistem digital terintegrasi guna mendukung efisiensi dan transparansi proses bisnis.
“PTP berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dan mendukung kelancaran arus logistik nasional,” lanjut Fiona.
Sebagai anak usaha Pelindo Multi Terminal, PTP Nonpetikemas mengelola terminal multipurpose yang melayani berbagai jenis kargo nonpetikemas di pelabuhan strategis Indonesia.
Dalam operasionalnya, perusahaan menangani beragam komoditas, mulai dari curah kering seperti semen, gula, pasir, sulfur, hingga garam. Pada curah cair, komoditas yang dilayani meliputi CPO (Crude Palm Oil), RBD Olien, RBD Stearine, dan PFAD.
Adapun general cargo mencakup baja gulung, besi tua, gypsum, kayu lapis, kendaraan, hingga alat berat.
Salah satu tulang punggung operasional berada di cabang Pelabuhan Tanjung Priok, dengan fasilitas dermaga sepanjang lebih dari 3,3 kilometer, gudang seluas 25.000 meter persegi, serta lapangan penumpukan mencapai 150.000 meter persegi yang beroperasi 24 jam penuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang